Konsultan Perencana Jarang Peduli Hasil Perencanaannya

0
52
Salah satu hasil perencanaan penataan Stadion Joyo Kusumo yang baru selesai dikerjakan tahun lalu, dalam lanjutannya tahun ini harus ada yang dibongkar lagi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kecenderungan konsultan perencana selesai hasil perencanaannya dalam lelang bisa diterima oleh pihak pemilik pekerjaan (kebanyakan pemerintah), selesai itu tak pernah peduli lagi. Yakni, utamanya bagaimana hasil perencanaannya saat dikerjakan oleh rekanan penyedia jasa sebagai pemenang tender dalam paket pekerjaan tersebut.

Dari keterangan yang dihimpun menyebutkan, bahwa berkait hal itu memang tidak ada kewajiban konsultan perencana untuk melihat langsung hasil pekerjaan yang direncanakan kecuali pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) yang mengundang kedatangannya. Dengan kata lain, jika dalam pelaksanaan rekanan pemenang tender menghadapi kesulitan, maka tidak bisa memanggil langsung konsultan perencana tersebut, sehingga segala upaya pemecahannya dikoordinasikan dengan konsultan pengawas.

Dampak hari hal-hal seperti itu, akhirnya jika rencana paket pekerjaan tidak dituntaskan dalam satu tahun anggaran atau istilahanya hanya bisa dikerjakan secara bertahap, maka hasil tahap sekarang dengan tahap berikutnya pasti berbeda. Sebab, konsultan perencanaan yang hasil  perencanaannya digunakan sekarang, ternyata berbeda  dengan konsultan perencanaan tahun sebelumnya.

Untuk ”tembereng”, yaitu daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur dan terletak di belakang tiang gawang Stadion Joyo Kusumo sekarang dibongkar lagi, untuk lokasi kegiatan cabang olahraga atletik.

Hal itu terjadi, karena perenaan tahun ini perencanaan paket pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh rekanan pemenang tender adalah lintasan untuk atletik. Dengan demikian, hal tersebut di antaranya termasuk lokasi untuk lompat tinggi dan juga lompat galah yang ternyata tidak tersedia, karena biasanya lokasi itu menempati belakang tiang gawang yang juga disebut sebagai ”tembereng.”

Dengan demikian, lokasi yang dalam perencanaan sebelumnya atau tahun lalu  harus dibuat menggunakan meterial cor beton, kini harus dibongkar lagi. Sehingga tak ubahnya seperti bongkar pasang, karena setelah selesai membangun lintasan untuk cabang olahraga atletik barangkali tahap berikutnya ganti pemasangan fasilitas lampu penerangan.

Salah seorang pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan Edy, ketika ditanya berkait pembongkaran ”tembereng” pihaknya harus mendatangkan konsultan khusus, yaitu top pengurus cabang olahraga atletik. ”Yakni, salah seorang personel Pengda PASI Jawa Tengah, dan kami mendapat banyak petunjuk dan arahan, agar apa yang kami kerjakan nanti hasilnya tidak salah,” ujarnya.