Akhir Pekan Kemarin; Pati Nol Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19

0
51
Jika tidak ada pihak keluarga maupun warga yang mengumandangkan adzan untuk jenazah yang akan dimakamkan, maka tim pemakaman pun ganti mengumandang adzan.(Foto:SN/dok-aed)
Jika tidak ada pihak keluarga maupun warga yang mengumandangkan adzan untuk jenazah yang akan dimakamkan, maka tim pemakaman pun ganti mengumandang adzan.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jumat (20/Agustus) 2021 lalu, Koordinator Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Pati, Khayun Fulanun, memang masih belum bisa tersenyum maksimal. Sebab, di Pati masih berlangsung pemakaman satu jenazah standar protokol Covid-19, warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.

Akan tetapi, untuk hari berikutnya atau akhir pekan ketiga bula ini (Agustus), tepatnya Sabtu (21/Agustus) kemarin, dia bersama tim yang tetap dalam kondisi siap di posnya, mulai tersenyum ceria. Sebab, dari pagi hingga siang, dan bahkan sore hingga malam baik di wilayah Pati utara maupun selatan benar-benar nol dari pemakaman standar protokol Covid-19.

Demikian pula untuk Minggu (22/Agustus) sejak pagi, papar yang bersangkutan, pihaknya tidak maupun belum mendapat perintah maupun permintaan dari rumah sakit, untuk memakamkan jenazah standar protokol tersebut. ”Dengan kata lain, sejak kemarin Pati memang benar-benar nol pemakaman yang harus dilakukan oleh tim,”tandasnya.

Karena itu, lanjut dia, baik pihaknya maupun masyarakat tentu sama-sama berharap bahwa semoga mulai pekan ini hingga hari-hari di bulan berikutnya, benar-benar sudah bersih maupun sudah berakhir. Jika hal itu bisa terwujud secara maksimal dan berkelajutan, barangkali pemerintah akan menghentikan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dalam sepekan kemarin, akan berakhir Senin (23/Agustus) besok.

Jika dalam menyikapi kondisi ini, ternyata masih dilaksanakan PPKM karena pertimbangan lain seperti agar masa pandemi benar-benar berakhir, maka sebagai warga pun harus tetap mematuhinya.  Dengan kata lain, siapa pun dalam menyikapi kondisi masa pandemi ini siapa saja harus tetap waspada, sehingga tidak lagi memunculkan warga yang terpapar .

Semisal terpaksa masih ada juga, maka seperti harapan yang berkali-kali disampaikan, mereka hendakya saja dalam perawatan bisa disembuhkan. ”Selebihnya, untuk membentuk kekebalan tubuh oleh setiap warga, lebih baik berupaya bisa mendapatkan suntikan vaksin bagi yang sampai saat ini belum mendapatkannya,”tandas Khayun Fulanun.