SMP Negeri 3 Pati Raih Medali Emas dalam Ajang Lomba Internasional WICO di Korsel

0
68
Kepala SMP Negeri 3 Pati, Ruqayah saat membacakan nama siswanya peraih medali emas dalam ajang lomba internasional WICO tahun 2021.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Siswa SMP Negeri 3 Pati menyabet medali emas dalam ajang lomba internasional World Invention Creativity Olympic (WICO) tahun 2021. Prestasi internasional ini menjadi oase di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 yang kita tak mengerti kapan berhentinya.

Kompetisi WICO merupakan perlombaan sains tingkat dunia dengan peserta umum yang diikuti siswa setingkat SMP sampai dengan mahasiswa bagi perguruan tinggi. Adapun perlombaan ini diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan.

Kepala SMP Negeri 3 Pati, Ruqayah menjelaskan bahwa siswanya tidak serta merta memperoleh penghargaan ini dengan mudah. Sebelumnya juga dibarengi dengan usaha ulet mulai tahap awal hingga akhirnya memperoleh penghargaan tersebut.

“Dimulai seleksi pada bulan April-Juni 2021, kami mengikuti seleksi dengan mengirim persyaratan dokumen yang diperlukan dari sana,” kata Ruqayah di SMP Negeri 3 Pati, Kamis (29/7/2021).

Kemudian, ia menerima informasi bahwa SMP Negeri 3 Pati lolos seleksi tanggal 20 Juli. Tenggat waktu 10 hari sejak kami mengirim dokumen, kami dinyatakan lolos dan maju ke babak final WICO. Tahap final ini dilaksanakan selama sepekan tanggal 17 s/d 23 Juli.

SMP Negeri 3 Pati mengikuti lomba sains tingkat internasional ini adalah terkait penemuanya dalam bidang sains tepatnya Bio Pestisida Anti Rayap untuk melindungi kayu dengan judul “The Utilization of Tobacco Leaves and Kapok Shell as Enviromentally Friendly Anti-Termite Biopesticide for Wood Protektor”.

Penelitian ini memanfaatkan bahan daun tembakau dan tempurung kapok sebagai anti rayap ramah lingkungan Biopestisida untuk melindungi kayu. Adapun bahan tersebut diuji oleh tim yang terdiri dari lima siswa.

“Ada lima anak yang meneliti untuk membuat Bio Peptisida itu, masing-masing Fernandito Akbar Kurniawan, Fatih Adianta Hutomo, Fiqy Trisa Insani, Meitri Ayuisyari dan Brenda Dwi Artika,” bebernya.

Siswa tersebut memang menjadi siswa pilihan sekolah. Semenjak duduk di bangku kelas VIII sudah disiapkan manakala mengikuti berbagai perlombaan sains. “Mereka dipilih sejak kelas VIII, dan kegiatan pembimbingannya dimulai dari tahun ajaran baru. Nah, untuk menggarap projek ini menghabiskan sekitar waktu 7 (tujuh) bulan,” jelasnya.

“Dimulai bulan September-Oktober itu siswa sudah digembleng, namanya meneliti hingga menemukan rumus-rumus biopestisida yang betul-betul ampuh melindungi kayu,” tutup Ruqayah.