Pemasangan ”Spunpile” Dermaga Kolam Tambat Kapal Mulai Sedikit Melambat

0
74
Alat berat jenis ekskavator pun dilibatkan untuk menunjang pelaksanaan pemasangan ”spunpile” untuk dermaga kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Lokasi medan pemasangan ”spunpile” yang berada di tempat genangan air, maka pelaksanaan pekerjaan pemancangan tiang penyangga untuk dermaga tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Juwana, mulai sedikit melambat. Sebab, pergerakan alat berat untuk memancang tersebut juga tidak lagi leluasa.

Sebab, papar salah seorang personel pelaksana lapangan rekanan yang betsangkutan, Moh Amin, jarak antara ”spunpile” satu dan yang satunya lagi saat harus ditanam di depannya hanyalah tiga meter. Jarak tersebut harus benar-benar tepat, agar saat nanti harus menopang benan lantai dermaga di atasnya  benar-benar merata.

Karena itu, untuk melaksanakan pekerjaan di lokasi seperti itu operator dan para pembantunya tak bisa bekerja dengan leluasa, sehingga kecepatan saat memancang juga tidak bisa maksimal. ”Paling tidak, untuk kecepatan dalam bekerja paling-paling tinggal antara 50 -60 persen, sehingga dalam waktu setengah hari paling banyak hanya bisa memancangkan enam batang,” ujarnya.

Pemasangan ”spunpile” untuk dermaga tambat kapal yang harus terletak di dalam genangan air kolam.

Hal tersebut mengingat, lanjutnya, dalam memancangkan satu ”spunpile” pada satu titik harus dilakukan penyambungan. Sebab, kedalaman masuk dalam tanah maksimal harus 20 meter sehingga masing-masing batang dengan panjang 11 meter kali dua, sehingga seluruhnya jika sudah disambung mencapai 22 meter.

Untuk menyambung ”spunpile”  yang batang pertama sudah masuk pada kedalaman tanah dan batang kedua, hal itu tentu harus dilakukan pengelasan pada kerangka besi metarial itu. Dengan demikian, pekerjaan pengelasan ini tentu harus dilaksakan di atas rakit dari rangkaian drum, dan di atasnya dipasang rangkaian papan untuk pijakan.

Dalam kondisi lokasi pekerjaan seperti itu, maka untuk bekerja dengan kecepatan maksimal tak bisa dilakukan sehingga dalam progres pekerjaan yang dihasilkan dalam waktu sehari berbeda dengan lokasi yang normal. ”Kendati saat ini kecepatan waktu bekerjaan sedikit melambat, tapi nanti tentu ada subpekerjaan yang bisa dipercepat,” tandasnya.