Kesepakatan Pemberlakuan CCO Dermaga Kolam Tambat Kapal Diikuti Optimalisasi

0
40
Persiapan material ”spunpile” oleh alat pancang untuk dipancangkan sebagai tiang penyangga konstruksi dermaga kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Selesai disepakatinya ”Contract Change Order” (CCO) atau perhitungan tambah-kurang pelaksanaan pembangunan lanjutan kolam tambat kapal, di kawasan Pulau Seprapat Juwana, segera diikuti dengan optimalisasi. Kesepekatan CCO itu terjadi, antara pemilik/wakil pemilik paket pekerjaan tersebut dengan rekanan pemenang tender proyek itu.

Sedangkan dilaksanakan kesepakatan perhitungan tambah kurang tersebut, karena setelah pelaksanaan paket pekerjaan di lapangan dikerjakan, ternyata diketahui bahwa dalam rencana awal paket pekerjaan itu sama sekali tidak tertera pembiayaan untuk pekerjaan pembuatan begisting atau cetakan beton untuk konstruksi dermaga.

Hal tersebut dibenarkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) paket pekerjaan itu, H Darno yang juga Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, ketika ditanya berkait hal tesebut, Senin (26/Juli) tadi pagi. ”Karena itu, sesuai ketentuan optimaliasi pembiayaan harus dilakukan,” tandasnya.

Pelaksanaan pekerjaan pemancangan material ”spunpile” untuk penyangga dermaga kolam tambat kapal, benar-benar harus cermat di setiap titik lokasi

Tujuannya, lanjut dia, agar seluruh paket pekerjaan bisa dituntaskan secara semaksimal dengan memanfaatkan pagu anggaran yang dialokasikan karena ada sisa penawaran dalam tender oleh rekanan. Dari alokasi anggaran tersebut, maka bagian pekerjaan yang belum atau tidak tertera dalam perencanaan seperti pembuatan cetakan beton bisa dikerjakan.

Sebab, pembiayaan cetakan beton untuk konstruksi dermaga kolam tambat kapal memang tidak bisa diabaikan, karena tidak mungkin mencetak konstruksi beton tidak mungkin dikerjakan tanpa ada begisting atau cetaknya. ”Karena itu optimalisasi adalah alternatif penyediaan pembuataan untuk pekerjaan yang harus dipenuhi, tapi terlewatkan tidak masuk dalam perencanaan,” paparnya.

Ditanya dalam kesempatan terpisah, pihak pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Moh Amin membenarkan hal tersebut, dan di sisi lain pihaknya terus memacu progres pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. ”Apalagi, jika mengingat dalam hari kalender itu tidak mengenal minggu maupun libur, sehingga saat ini kami terus memaksimalkan pekerjaan pemancangan tersebut,” ujarnya.