Kemarin Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 Terjadi Penurunan Drastis

0
154
Kumandang azan untuk jenazah yang akan dimakamamkan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Sabtu (10/Juli) kemarin.(Foto:SN/dok-frpb)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Stop, itulah kalimat paling tepat dalam menyikapi kondisi masa pandemi Covid-19 di Pati yang berlangsung selama ini. Hal tersebut menyusul munculnya  harapan, karena jumlah jenazah warga yang harus dimakamkan dengan protokol kesehatan (prokes) itu, Sabtu (10/Juli) kemarin terjadi penurunan cukup drastis  dibanding hari-hari sebelumnya.

Jika, semisal, sehari sebelumnya atau Jumat (9/Juli) lalu, jumlah warga Pati yang meninggal dan dimakamkan standar protokol Covid-19 masih sebanyak  20 jenazah, kemarin terjadi penururunan yang menjanjikan. Hal itu patut kiranya disyukuri bersama dengan satu harapan pula, bahwa yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri juga semua diberikan kesembuhan.

Di sisi lain, papar Koordinator Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Khayun Fulanun, kondisi di masa pandemi yang harus kita alami selama ini memang menyadarkan dan membuktikan, bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa memang tengah menguji umat-Nya. ”Sebab, ternyata rencana manusia memang berbeda jauh dengan rencana Allah SWT,”tandasnya.

Suasana pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 di Pati yang berlangsung pada tengah malam.
Terlepas dari hal tersebut, lanjut dia, maka akan lebih baik jika semua upaya dalam menjaga kesehatan diri masing-masing dengan mematuhi apa yang diharuskan oleh pemerintah, maka perlu lebih dimaksimalkan lagi. Berdoa dan mengharap yang terbaik, serta menanggalkan kesombongan diri juga patut kirinya dimaksimalkan sebagai bentuk kesadaran bahwa kita ini makhluk yang lemah dan banyak salah.
Dengan demikian, berkurangnya jumlah warga Pati yang meninggal dan harus dimakamkan standar protokol Covid-19 kiranya patut disyukuri bersama. Sedangkan lebih jauh ke depannya, atau paling tidak dalam waktu cepat juga sudah benar-benar hilang, sehingga pihaknya bersama tim yang lain tidak perlu lagi melakukan pemakaman dengan standar protokol tersebut, termasuk teman-teman tim yang dibentuk oleh desa.
Untuk pemakaman jenazah yang berlangsung dari pagi hingga malam hari sebanyak 7 jenazah, masing-masing Tim BPBD Pati 1 memakamkan (2 jenazah) dan Pati 2 (utara) paling banyak (3 jenazah). ‘Untuk tim Pati 3 dan Pati 4, masing-masing (1 jenazah), dan Minggu (11/Juli) pagi ini sudah harus memakamkan lagi satu jenazah.
”Semoga hari ini hanya ada satu jenazah saja, tidak ada tambahan di tempat lain,” harap Khayun Fulanun.