Disperkim Gandeng Instansi Lain Tangani Backlog Perumahan

0
88
Kepala Disperkim, Ir. Joko Cipto Hastono, MM.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati, Joko Cipto Hastono mengatakan berupaya menangani persoalan rumah tidak layak huni (RTLH). Pihaknya menyebut dengan menggandeng pihak lain untuk keperluan itu.

Dengan menggandeng instansi atau pihak lain, maka upaya pengentasan RTLH di Kabupaten Pati akan secara cepat berkurang. Dimana backlog perumahan atau defisit/kesenjangan rumah karena rendahnya tingkat pasokan dibandingkan dengan kebutuhan.

“Upaya kita untuk menurunkan dan mengentaskan RTLH dengan menggandeng banyak pihak. Sebenarnya peluangnya banyak, seperti CSR, dana desa (DD), Baznas, nah ini semacam program keroyokan,” ucap Joko kepada Samin News, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, program keroyokan pengentasan RTLH ini maksudnya adalah sinergi dengan lembaga lain guna mengentaskan dan menangani RTLH. Adapun yang sudah berjalan mulai Baznas hingga program CSR maupun perbankan yang jumlahnya cukup banyak.

Bank yang turut serta mengentaskan RTLH itu kata Joko terdiri dari Bank Mandiri, BPD, BNI, BRI dan semuanya berkontribusi terhadap upaya pengendalian backlog di Kabupaten Pati.

“Jadi tiap desa ada setidaknya dua sampai tiga rumah. Stakeholder di Pati itu animonya luar biasa terhadap program ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan, Suhartono menyampaikan upaya backlog dengan membantu masyarakat untuk program RTLH itu juga dibiayai oleh  negara.

“Pengentasan RTLH dibiayai dari anggaran yang bersumber dari APBN maupun dari provinsi, tetapi lantaran jumlah RTLH di Pati sekitar 32 ribu sekian tidak bisa hanya mengandalkan anggaran itu,” kata Suhartono.

Artinya, dengan hanya mengandalkan pembiayaan dari anggaran yang bersumber dari APBN itu tetap tidak mampu mengatasi backlog. Oleh karena itu, menurutnya perlu menggandeng dengan instansi lain.

Jadi, Suhartono menjelaskan perlu terobosan untuk sumber dana. Pihaknya menggandeng dan bersinergi dengan pihak luar termasuk perbankan maupun Ormas Muhammadiyah.”Semakin banyak yang ngeroyok, semakin cepat capaian dan semakin berkurang jumlah RTLH,” tutupnya.