Usulan Tambat Kapal Damkar Satpol PP Urung Direalisasi

0
56
Foto Tim Damkar Satpol PP Pati saat memantau kondisi Pelabuhan Juwana. (Istimewa/Samin News)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Usulan tambat kapal pemadam kebakaran (Damkar) oleh Satpol PP Kabupaten Pati sebelum adanya pandemi Covid-19 urung direalisasi pemerintah. Akhirnya hingga kini tambat kapal Damkar milik Satpol PP tersebut menumpang di tambat kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) Juwana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Damkar dan Perlindungan Masyarakat (Linmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, Mirza Nur Hidayat. Ia mengatakan rencananya Pemkab akan membangun di Pulau Seprapat, akan tetapi hal itu urung direalisasikan.

“Kami masih belum punya tambat kapal dan nahkoda. Suatu ketika nanti sudah punya tempat tambat kapal dan nakhoda sendiri. Itu akan lebih memudahkan operasional kapal damkar,” terangnya.

Di samping itu, Satpol PP cuma mempunyai satu unit kapal Damkar. Oleh karena itu, dalam operasional tambat kapal Damkar Satpol PP itu bekerjasama dengan Bakamla serta Satpolair untuk mengatasi kebakaran. Dan ini membuat kurang optimal  proses pemadaman si jago merah.

”Kapal memang ditempatkan di Bakamla untuk memudahkan operasionalnya. Selain itu, dari segi pengamanan kapal sebenarnya termasuk penting. Makanya kami menggandeng Bakamla dan Satpolairud,” paparnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengusulkan personel kepada Bupati Pati. Menurutnya, ini supaya ada penambahan personel yang ahli kemudi kapal di tim petugas Damkar. Sementara ini,  baru direalisasi untuk ABK, nahkoda belum.

Ia menuturkan dengan adanya tambahan personil nahkoda kapal Damkar akan dapat mengoptimalkan peran dan tugas para personil. Sehingga pengemudi kapal bisa bergantian dengan adanya tambahan personil.

Selain itu, dengan adanya petugas Damkar yang memiliki keahlian khusus di kemudi kapal, dapat mengurangi resiko besarnya kebakaran. Karena pihak Damkar tidak harus menunggu kesiapan nahkoda dari Bakamla dan Satpolair terlebih dahulu.

“Tugas utama kami kan memadamkan api. Sehingga ketika kami punya nahkoda sendiri, maka tugas kami akan semakin cepat dan mudah ketika terjadi kebakaran di laut,” pungkasnya.