Tim Siaga Dua Kelinci Terus Pantau Pekerja yang Jalani Isolasi Mandiri

0
78
Wakil Ketua Satgas Covid-19 PT Dua Kelinci. Tofan Rudianto saat memberikan penjelasan kepada awak media (atas) dan saat di lokasi pelaksanaan swab antigen ”keterbukaan” di halaman perusahaan tersebut, Jumat (18/Juni) 2021 kemarin.(Foto:SN/sat)
SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam kesempatan memberi penjelasan kepada awak media, Jumat (18/Juni) kemarin, Wakil Ketua Satgas Covid-19 PT Dua Kelinci, Tofan Rudianto merunut kembali awal terpaparnya para pekerja di lingkungan perusahaan makanan tersebut. Yakni, bermula dari pengecekan dengan swab terukur terhadap sejumlah pekerja seusai libur Lebaran pekan ketiga Mei lalu.
Sasarannya adalah pekerja berdasarkan penjelasan, mempunyai kontak dekat dengan keluarganya yang positif terpapar Covid-19. Selain itu juga berdasarkan kondisi pekerja tersebut yang menderita batuk maupun pilek, serta suhu badan tinggi tapi semula hasilnya yang positif terpapar tidak banyak, dan akhirnya swab dilakukan terhadap pekerja sebagai orang tanpa gejala (OTG).
Hasilnya, ternyata benar-benar di luar dugaan karena yang positif terpapar jumlahnya semakain bertambah banyak, sehingga swab antigen yang dilakukan harus dilaksanakan dan hasilnya disampaikan secara terbuka. Konsekuensinya tentu menimbulkan biaya yang harus ditanggung perusahaan cukup besar.
Terlepas dari hal itu, jajaran manejemen memutuskan perusahaan harus tetap berproduksi, dan itu harus dilaksanakan oleh ribuan pekerja dengan kondisi yqang benar-benar sehat. ”Dengan swab antigen itu, akhirnya diketahui bahwa yang positif terpapar jumlahnya sebanyak 652 orang,”papar Tofan Rudianto.
Para pekerja yang tengah mengantre untuk mendapatkan swab antigen lanjutan  yang diselenggarakan pihak perusahaan.(Foto:SN/sat)

Sedangkan jumlah pekerja seluruhnya, lanjut dia, sebanyak 5.214 orang (13 persen) sehingga yang negatif dan yang masih harus bekarja tentu lebih banyak 4.562 orang (87) persen. Untuk menangani yang positif terpapar selain dua orang yang harus dirawat di rumah sakit, terbanyak melakukan isolasi mandiri di rumah (539 orang) dan isolasi mandiri yang tempatnya disediakan perusahaan (22 orang).

Padahal, khusus yang disebut terakhir bisa menampung sebanyak 56 orang, sehingga yang sampai sekarang masih belum terisi ada 34. Dari jumlah yang positif sebanyak itu, maka jika dirinci berdasarkan kondisi riil yang bersangkutan, yaitu sebagai orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 403 orang dan gejala ringan (158 orang).

Ruang isolasi mandiri yang disediakan perusahaan untuk pekerja yang positif terpapar belum terisi maksimal.(Foto:SN/sat)
Menghadapi kondisi tersebut, maka pihaknya pun membentuk Tim Siaga untuk memantau kesehatan pekerja yang menjalani isolasi. Sedangkan kepada para pekerja yang bersangkutan diberikan paket obat senilai Rp 600.000 per orang, dan juga diberikan bantuan sembako.
Sementara itu terhadap mereka yang negatif terus menerus dilakukan swab terukur dan sampling secara periodik, sehingga baru muncul gejala terpapar saja sudah terdetesi. ”Adapaun yang sembuh dari total kasus 652 orang per 15 Juni 2021 (25 orang) dan satu hari berikutnya (16/Juni) sebanyak (64 orang) atau total sembuh sudah 89 orang,”imbuhnya.