Tim Pemakaman ”Jaga Tetangga” Desa Plumbungan Juga Melakukan Pemulasaraan Jenazah

0
115
Tim Pemakaman ''Jaga Tetangga'' Desa Plumbungan, Kecamatan Gabus juga melakukan pemulasaraan jenazah yang harus dimakamkan standar protokol Covid-19.(Foto:SN/dok- lar)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Satu per satu akhirnya bermunculan tim pemakaman ”Jaga Tetangga”  desa, untuk memakamkan warga setempat standar protokol Covid-19. Bahkan, salah satu tim terpadu yang sudah siap di Desa Plumbungan, Kecamatan Gabus juga sudah melakukan pemulasaraan jenazah hingga siap untuk diberangkatkan ke lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Hal tesebut berkat kesiapan tim yang saling bahu membahu, antara tim dari desa bersama modin memakai Alat Pelindung Diri (APBD) lengkap dibantu keluarga duka, semua ikut menangani hal tersebut dengan mendapat pengawasan dari kepala desa (Kades) setempat, Sukelar. Dengan demikian, untuk pelaksanaan pemakaman juga bisa lebih cepat, karena keluarga duka tidak perlu menunggu antrean pemakaman dari tim pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati.

Karena itu, papar Kades yang bersangkutan, dengan keyakinan dan niat untuk melakukan pemulasaraan dan pemakaman standar protokol Covid-19, semoga bagi seluruh tim dan keluarga duka yang ikut serta tidak terdampak. ”Dengan kata lain, agar hal itu bisa menjadi acuan desa yang lain, sehingga bisa melakukan pemakaman jenazah warganya yang meninggal tetap secara protokol kesehatan (prokes),”ujarnya.

Tim pemakaman desa mengangkut peti jenazah yang siap dimakamkan standar protokol Covid-19 dengan kendaraan bak terbuka.(Foto:SN/dok-lar)

Adapun jenazah warga yang harus dimakamkan, Kamis (24/Juni) 2021 pagi tadi, lanjutnya, adalah seorang perempuan. Sebelum meninggal, almarhumah tengah menjalani isolasi mandiri, sehingga meninggalnya memang tidak sedang menjalani perawatan di rumah sakit, maka untuk pemakamannya agar bisa lebh cepat maka jenazah tersebut tidak harus dilakukan pemulusaraan di rumah sakit.

Akan tetapi, tugas untuk itu juga dilakukan di rumah oleh tim yang terdiri dari petugas desa bersama modin yang ikut serta bahkan berjumlah sampai empat orang, tentu termasuk modin perempuan. Sedangkan untuk mengusung peti jenazah sampai ke lubang makam dan proses pemakamannya dilaksnakan oleh petugas pemakaman.

Melalui kebersamaan tim pemakaman yang ada di desa, harapannya tentu tidak harus melakukan pemakaman terus menerus, tapi jika memang ada warga yang meninggal dan harus dimakamkan standar protokol Covid-19, benar-benar sudah siap. ”Hal itu termasuk upaya untuk pemulasaraannya,”imbuh dia.