Terkait Penanganan Covid-19, Kapolri dan Panglima TNI Sambangi Kabupaten Pati

0
40

SAMIN-NEWS.com, Kapolri dan Panglima TNI bersama Kepala BNPB menyambangi Kabupaten Pati, Sabtu (5/6/2021). Kunjungan pimpinan Polri dan TNI ini dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati. Pasalnya daerah tetangga Pati, yaitu Kabupaten Kudus beberapa hari ini mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

Lantaran melonjaknya penyebaran Covid-19 di Kudus itu, banyak di antaranya yang dirawat di rumah sakit wilayah Pati. Oleh karena itu, kejadian penyebaran ini agar segera diatasi.

Kapolri, Listyo Sigit Prabowo mengatakan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pati masih bisa dikendalikan. Berbeda dengan di wilayah sekitarnya mengalami perkembangan. Sehingga perkembangan itu menjadi perhatian di lingkup nasional.

“Minggu-minggu terakhir ini angka positif covid-19 di Kudus meningkat tinggi. Setelah idul fitri kecenderungan arus mudik dan balik cenderung ada peningkatan,” kata Sigit.

Peningkatan kasus di eks-Karesidenan Pati ini, jika tidak ditangani dengan segera maka akan dikhawatirkan justru menjadi lonjakan harian di daerah. Karena, jarak geografis antara Kudus dan Pati yaitu tetangga.

Menurutnya, interaksi warga Kudus ke Pati dan sebaliknya ini sangat beresiko, rentan terhadap penyebaran. Satgas Covid-19 Kabupaten Pati beserta turunannya harus memastikan optimasi posko di lingkup kecil yaitu Desa.

“(Kemudian) PPKM mikro dicek kembali, terkait kemampuan tracing, alatnya dan kemampuan temuan,” jelas Sigit dalam pengarahannya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengapresiasi pemerintah Kabupaten Pati. Dimana terdiri dari 401 desa masih terpantau terkondisikan. Dari sejumlah itu di antaranya 280 desa zona kuning dan 120 desa berada di kawasan zona hijau.

Kendati demikian, semua pihak masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Melihat di Kabupaten Kudus yang mengalami lonjakan. Maka, harus menjadi pelajaran.

Pihaknya menyebut setidaknya ada dua kunci dalam mempertahankan zona orange dan hijau. Pertama harus meningkatkan fungsi posko di ppkm mikro, untuk mendetek di lapangan karena berbasis rt/rw.

“Kedua penerapan prokes dengan 3M memakai masker, mencuci tangan juga menghindari kerumunan,” ujarnya.