Swab Antigen ”Keterbukaan” PT Dua Kelinci Mandapat Apresiasi dari Sejumlah Kalangan

0
1050
Para pekerja perusahaan makanan PT Dua Kelinci Pati yang Jumat (18/Juni) tadi pagi menjalani swab antigen di halaman perusahaan.(Foto:SN/sat)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Terbukanya sebuah perusahaan makanan di Pati, PT Dua Kelinci yang mengambil tindakan melakukan swab terhadap ribuan para pekerjanya, ternyata banyak mendapat apresiasi positif dari sejumlah kalangan. Karena hal tersebut bisa menjelaskan kepada khalayak secara terbuka, mana pekerja yang posituf terpapar dan mana yang sebaliknya.

Hal positif lainnya, pihak perusahaan secara tidak langsung juga berhasil menyelamatkan para pekerja dan anggota keluarganya dari ancaman penyebaran Covid-19. Sebab, para pekerja yang positif terpapar tentu akan menyampaikan kondisi mereka kepada keluarganya secara jujur, bahwa mereka harus menjalani isolasi mandiri karena positif terpapar Covid-19.

Coba jika mereka tidak tahu bahwa dirinya positif terpapar, ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pati, Bandang Teguh Waluya, ketika diminta tanggapannya berkait hal tersebut, dampaknya tentu selain sesama teman pekerja juga anggota keluarganya. ”Karena itu perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai banyak pekerja, harus berani terbuka dan jujur seperti yang dilakukan pihak jajaran menajemen perusahaan tersebut,”tandasnya.

Pekerja yang melakukan swab antigen dan bagi yang positif tapi hendak melakukan isolasi mandiri, pihak perusahaan juga menyediakan tempat isolasi di lingkungan perusahaan.(Foto:SN/sat)

Salah seorang lainnya dari kelompok ”Dulur Ganjar”, yaitu Budi Antoro juga menegaskan hal serupa utamanya perusahaan yang mempekerjakan banyak pekerja, agar menyampaikan kondisi kesehatan para pekerjanya secara terbuka. Yakni, mengikuti apa yang dilakukan PT Dua Kelinci di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Dengan keterbukaan, maka perusahaan dalam melakukan proses produksi maupun para pekerja dalam melaksanakan tugas pekerjaannya juga merasa tenang dan aman. Sebab, jika ada di antara mereka yang hasil swab antigennya positif, maka pihak perusahaan tentu akan mengambil langkah maksimal, termasuk membiayai para pekerjanya yang harus menjalani isolasi.

Akan tetapi, dengan menutup-nutupi terpapar positif Covid-19 para pekerjanya, hal itu sama saja harus menanggung dosa besar. ”Sebab, satu orang yang terpapar jika tidak mau terbuka untuk menyampaikan apa adanya di lingkungan masing-masung termasuk kepada anggota keluarganya, tentu sama saja harus menanggung dosa besar,”tandasnya.