Normalisasi Alur Kali Pengarep Selesai Dikerjakan

0
43
Normalisasi alur Kali Pengarep, di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti yang saat ini selesai dikerjakan.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mengacu kejadiaan saat banjir beberapa waktu lalu, bagian Bendung di alur Kali Pengarep di pinggir jalan raya Tayu-Dukuhseti, tepatnya di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, memang tak mampu menahan gelontoran air dari hulu. Apalagi, banjir tersebut juga membawa lumpur sehingga gelontoran air yang tak tertampung di bendung tersebut sempat limpas.

Hal itu terjadi, lantaran alur kali bagian hilir bendung juga sudah terlalu dangkal karena sering mendapat gelontoran air dari hulu, dan lebih parah lagi gelontoran air tersebut juga membawa endapan lumpur. Hal tersebut menunjukan bahwa di kawasan hulu, tata lahan yang semula masuk kawasan hutan jati Ngarengan sudah berubah fungsi.

Menyikapi kondisi alur kali tersebut, papar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno, pihaknya harus mengambil langkah yang dirasa efektif. ”Yakni, mengeruk endapan lumpur di dasar alur kali tersebut mulai dari hilir jembatan maupun hilir bendung,”ujarnya.

Perkuatan tanggul hilir kanan dari hasil pengerukan endapan lumpur dasar alur Kali Pengarep, di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti.(Foto:SN/aed)

Dengan demikian, lanjutnya, jika sewaktu-waktu tejadi hujan deras di kawasan hulu dan harus menggelontorkan air  ke hilir menuju ke laut, paling tidak air tidak terhambat. Sehingga bendung pun tidak terlalu berlebihan harus menampung air yang dampaknya jika melebihi batas kemampuan pasti akan limpas, baik ke sisi kiri maupun kanan.

Di sisi lain, mulai normalnya alur kali di perkuat dengan tanggul di sisi kanan maka jika terjadi gelontoran air pasti kapasitas untuk menahannya, agar jangan sampai limpas maupun  bobol  juga lebih maksimal. ”Karena itu, upaya yang sama juga dilakukan terhadap alur kali di Desa Luwang, Kecamatan Tayu yang jika hujan deras di hulu limpasan air pun limpas ke jalan.

Akan tetapi, untuk pelaksanaan pekerjaan di alur kali tersebut sebenarnya belum tuntas, tapi alat berat yang beroperasi melakukan pengerukan untuk sementara harus berpindah. ”Sebab, ada alokasi alur kali lain yang membutuhkan penanganan agar saat terjadi hujan air tidak limpas di sisi kiri dan kanan,”imbuhnya.