Ngepungrojo Juga Punya Tim Pemakaman ”Jaga Tetangga”

0
133
Tim Pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 dengan Alat Pelindung Diri (APD) merah-merah dari Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati saat kali pertama harus memakamkan jenazah terpapar virus tersebut.(Foto:SN/dok-ed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Selain Plangitan, Panjunan, Kecamatan Pati, satu dari 29 desa/kelurahan di kecamatan setempat mulai Selasa (22/Juni) kemarin sudah mempunyai tim pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 ”Jaga Tetangga.” Yakni, Desa Ngepungrojo sekitar 4 kilometer utara Kota Pati, dan tim dengan Alat Pelindung Diri (APD) merah-merah ini juga langsung melaksanakan tugasnya.

Dengan demikian, kehadiran tim bentukan di bawah koordinator  Camat Pati, Drs Didik Rusdiartono tersebut, paling tidak desa-desa yang bersangkutan sudah bisa mengupayakan menyelesaikan satu permasalahan yang selama ini menjadi kendala. Apalagi jika tidak pemakaman jenazah warganya yang meninggal karena terpapar Covid-19, sehingga desa-desa/kelurahan lain juga diharapkan bisa segera membentuk tim tersebut.

Untuk tim di Desa Ngepungrojo, papar salah seorang perangkatnya, Edy, terbentuk setelah selesai rapat koordinasi para kepala desa bersama camat dan pihak BPBD, di aula kecamatan, Senin (21/Juni) lalu. ”Ternyata begitu terbentuk, tim yang berjumlah 6 orang tersebut langsung memakamkan jenazah seorang perempuan warga kami,”ujarnya.

Sebelum meninggal, lanjut dia, almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Sebening Kasih Tayu, dan dengan tim pemakaman dari desa sendiri, keluarga duka tidak perlu menunggu lama. Sebab, tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, tiap hari tugasnya tentu cukup sibuk karena banyaknya jenazah yang harus dimakamkan.

Karena itu, upaya pembentukan tim pemakaman di tingkat desa itu salah satunya bisa mempercepat  pelaksanaan pemakaman sehingga tidak perlu mengantre giliran. ”Dengan demikian dari pihak keluarga duka juga terkurangi bebannya, karena anggota keluargaya yang meninggal bisa segera dimakamkan,”imbuhnya.

Terpisah Koordinator Tim Pemakaman BPBD Pati, Khayun Fulanun mengucapkan terima kasih atas upaya pemerintahan desa dan juga suport dari camat, sehingga di Kecamatan Pati sudah ada tim pemakaman. Sedangkan menurut dia, tim tersebut lebih tepat jika disebut tim ”action” kerena begitu terbentuk, langsung beraksi melaksanakan pemakaman.

Paling tidak dari tiga tim desa tersebut, terjadi pengurangan tiga jenazah yang harus dimakamkan Tim BPBD, utamanya di Kecamatan Pati. ”Sebab, Selasa kemarin tim  Pati 1(8 jenazah), Pati 2 (utara)  sebanyak 10 jenazah dan Pati (3) 9 jenazah sehingga seluruhnya  harus memakamkan 27 jenazah, dan ditambah  3 jenazah lainnya dimakamkan oleh tim desa yang bersangkutan,”papar Khayun Fulanun.