Muncul Tim Pemakaman Jenazah Standar Protokol Covid-19 ”Jaga Tetangga” di Desa Lain

0
166
Tim pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 saat kali pertama muncul dan melaksanakan pemakaman adalah tim ”Jaga Tetangga” Desa Plangitan, Kecamatan Pati.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI -Munculnya tim-tim pemakaman ”Jaga Tetangga” di beberapa desa untuk memakamkan jenazah standar protokol Covid-19, akhirnya diketahui akumulasi jumlah jenazah yang dimakamkan dalam sehari kemarin, bukan hanya sebanyak 30. Akan  tetapi seluruhnya lebih dari itu, karena ada tambahan lain dari sejumlah desa yang memberdayakan tim tersebut.

Dengan kata lain, berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News”, jumlahnya bertambah tidak kurang dari 6 jenazah. Di antaranya untuk tim Plangitan yang pagi hari Selasa (22/Juni) kemarin memakamkan satu jenazah, ternyata sore dan malam hari ada susulan harus memakamkan lagi dua jenazah, dan dua-duanya perempuan.

Khusus pemakaman pada malam hari, misalnya, papar beberapa warga, adalah jenazah yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati. ”Jenazah diantar mobil ambulan dari rumah sakit itu ke tempat pemakaman sehabis shalat isya’, tapi lubang pemakaman belum selesai penggaliannya, ”ujar salah seorang di antara mereka, Warsidin (71).

Selesai dikumandangkan adzan maka peti jenazah yang sudah berada lubang dilakukan pengurukan/penutupan.(Foto:SN/aed)

Karena, itu, lanjut dia, oleh sopir ambulans pengangkut jenazah mengambil inisiatif, karena yang bersangkutan juga harus segera mengirim jenazah ke tempat lain. Dengan demikian, peti jenazah tersebut dipindahkan ke dalam mobil ambulans milik desa, dan ambulan dari rumah sakit langsung kembali membawa jebazah lainnya.

Untuk ambulans desa memang selalu siap terparkir di lingkungan tempat pemakaman, sehingga dalam kondisi seperti itu warga pun memahami. ”Sebab, jenazah yang sudah menunggu untuk diantar ke lokasi makam lainnya barang kali masih banyak,”imbuhnya.

Memasuki tahap akhir tim pemakaman ”Jaga Tetangga” Desa Plangitan, Kecamatan Pati saat harus menguruk lubang makam untuk jenazah yang kali pertama dimakamkan standar protokol Covid-19.(Foto:SN/aed)

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Koodinator Tim Pemakaman Jenazah Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pati, Khayun Fulanun tidak mengelak. Sebab, tim Pati 1 sendiri kemarin harus memakamkan 8 jenazah, Pati 2 (utara) sebanyak 10 jenazah, Pati 3 (9 jenazah), ditambah tim ”Jaga Tetangga” pada siang hari, baik Plangtan, Panjunan dan Ngepungrojo, masing-masing 1 jenazah, maka seluruhnya 30 jenazah.

Akan tetapi, malam sore dan malam harinya tim yang sama untuk Plangitan  tambah 2 jenazah,  menyusul berikutnya Desa Boloagung, Kecamatan Kayen (1 jenazah), Desa/Kecamatan Gabus (1 jenazah, dan Desa/Kecamatan Tambakromo (1 jenazah). ”Masih ada pula satu jenazah lainnya untuk pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Carum,”imbuhnya.