Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pati Soroti Kelangkaan Oksigen di Rumah Sakit

0
237
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pati, Teguh Bandang Waluya
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pati, Teguh Bandang Waluya.(Foto:SN/dok-ya)

SAMIN-NEWS.com  PATI  – Melonjaknya pasien terpapar Covid-19 yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, menyebabkan di Pati sekarang ini muncul kelangkaan penyediaan tabung oksigin. Akibatnya, banyak rumah sakit swasta yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan material pembantu pernafasan itu.

Jika hal tersebut sampai dihadapi oleh pasien positif terpapar Covid-19, maka hal itu akan membuat pasien menghadap kesulitan saat harus menjalani perawatan. Dengan demikian, pihak yang berkompeten harus segera mencari jalan pemecahan, atau paling tidak secepatnya mengundang untuk minta klarifikasi atau jalan pemecahan kepada pihak dristibutor oksigin di Pati.

Karena itu, papar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pati, Bandang Teguh Waluya, menegaskan siapa pun yang bertanggung jawab penyediaan oksigin untuk pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, hendaknya segera ada solusi. ”Apalagi, jika yang harus menjalani perawatan di banyak rumah sakit saat ini adalah pasien yang positif terpapar Covid-19,”tandasnya.

Mengingat hal tersebut, lanjut dia, jika sampai ketersediaan oksigen di rumah sakit saat ini tidak secepatnya ada jalan pemecahan, hal itu sama saja di tengah masa pandemi ini siapa pun mereka yang harus bertanggung jawab itu sama saja main-main dengan nyawa pasien. Apa pun alasannya, kondisi di tengah masa pandemi seperti sekarang ini, adalah sama saja berada di tengah-tengah situasi darurat.

Adapun darurat tersebut, adalah darurat untuk menyelamatkan pasien yang membutuhkan bantuan pernafasan. ”Karena itu, siapa pun yang menjadi penyedia oksigen tersebut saat ini jangan sampai menunda-nunda penyediaannya, tidak dengan alasan apa pun,”ujarnya.

Terpisah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati, dr Edy Siswanto memaparkan, untuk persediaan oksigin yang saat ini terjadi kekuranagn ada pada rumah sakit swasta. ”Untuk kami masih cukup tersedia, karena pembeliannya ke distributor harus dilakukan dengan MoU,”paparnya.