Ganti Puskesmas Mana yang Menyusul Menutup Pelayanannya untuk Masyarakat

0
131
Puskesmas Wedarijaksa I yang sejak Rabu (2/Juni) 2021 kemarin menutup dan menghentikan layanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan.

SAMIN-NEWS.com, PATI –  Ini tidak ada sangkut-pautnya dengan urusan ramal meramal, melainkan upaya memprediksi dan menganalisis kemungkinan terjadinya hal-hal tak diinginkan. Yakni, apalagi jika tidak kemungkinan munculnya giliran Puskesmas lain yang mengikuti menutup pintunya untuk tidak memberikan pelayanan kepada warga, karena personel tenaga kesehatan (nakes) jajarannya positif terpapar Covid-19.

Hal tersebut mengingat, di Pati tiap kecamatan itu rata-rata mempunyai dua fasilitas puskesmas untuk pemerataan pelayanan. Jika kepentingan tersebut belum terkover, paling tidak sudah ditopang dengan puskesmas pembantu, sehingga sekarang ini tidak sepantasnya jika ada warga yang mesih kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Akan tetapi, jika dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, tentu sulit juga bagi para nakes terutama bidan desa sebagai ujung tombak, karena harus mengedukasi masyarakat. Demikian pula, para ujung tombak ini tentunya juga harus memberikan layanan di tiap-tiap desa yang menjadi wilayah kerjanya, sehingga rasanya sulit menghindar dari kejadian terpapar.

Kondisi Puskesmas Gembong yang beberapa waktu lalu juga menutup pemberian layanan kesehatan kepada warga, tapi Rabu (2/Juni) kemarin, sudah mulai membukanya lagi.

Hal itu bisa saja terjadi, ketika seorang warga yang harus diedukasi maupun dilayani kepentingan kesehatannya oleh bidan desa, tapi tidak jujur. Atau bisa saja sebagai orang tanpa gejala (OTG) Covid-19, sehingga penularan virus kepada nakes yang bersangkutan pun tak bisa dihindari, karena kemudian bidan desa itu pun melakukan kontak dekat dengan nakes di puskesmas.

Indikasi tersebut muncul dari 8 delapan nakes Puskesmas Wedarijaksa I yang melakukan  swab PCR, ternyata tiga di antaranya bidan desa yang positif terpapar. Demikian pula, dari jajaran nakes Puskesmas Gembong sebanyak enam orang harus menjalani swab PCR , ternyata empat di antara mereka yang positif terpapar juga dari bidan desa.

Dengan melihat kondisi tesebut, maka paling tidak di Pati ini terbuka peluang lebar puskesmas lain yang juga akan menutup layanan kesehatan untuk warga karena personel nakes jajarannya juga positif terpapar. Hal itu bukan mengandai-andai, tapi mengacu setelah Puskesmas Gembong ganti Puskesmas I Wedarijaksa, dan berikutnya ganti puskesmas mana?