Delapan Personel Kesehatan Puskesmas Wedarijaksa I Positif Terpapar Covid-19, Layanan untuk Warga Ditutup

0
941
Kepala Puskesmas Wedarijaksa I Suroso MKes.
Ditutupnya fasilitas layanan Puskesmas setempat.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jika layanan kesehatan di Puskesmas Gembong, Rabu (2/Juni) hari ini kembali dibuka setelah beberapa hari ditutup, kini ganti Puskesmas Wedarijaksa I yang menutup layanannya untuk warga. Hal itu menyusul, hasil swab PCR sebanyak 60 orang personel jajaran Puskesmas tersebut, 8 orang di antaranya juga positif terpapar.

Dari jumlah tersebut, 3 di antaranya adalah bidan desa yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Mengingat jumlahnya lebih dari lima orang yang terpapar, maka sesuai ketentuan fasilitas layanan kesehatan tersebut harus ditutup, dan fasilitas kesehatan tersebut, Rabu (2/Juni) hari ini harus disterilkan.

Kepala Puskesmas Wedarijaksa I, Suroso MKes ditemui saat melakukan koordinasi dengan Pelaksana tugas (Plt) Camat Wedarijaksa, Drs Sugiyono membenarkan hal tersebut. Karena itu, pelaksanaan penutupan akan berlangsung hingga Sabtu (5 Juni).

Dengan demikian, untuk sementara bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan bisa mendatangi Puskesmas terdekat. ”Selain Puskesmas Trangkil , Puskesmas Wedarijaksa II dan juga bisa ke Puskesmas Pati II yang berlokasi di Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati,” ujarnya.

Ditutupnya layanan untuk warga di Pukesmas Pati I, kegiatan di tempat tersebut otomatis sepi.

Untuk personel jajaran kesehatan yang positif terpapar, lanut dia, untuk saat ini harus melaksanakan isolasi mandiri. Padahal, dari ketentuan pelayanan dan juga meningkatkan kekebalan tubuh dalam melaksakan tugas mereka sudah menjalani vaksinasi dua kali, sehingga hal tersebut menunjukkan meskipun dua melakukan apa yang menjadi ketentuan mereka tetap terpapar.

Mengingat hal tesebut, maka masyarakat diharapkan ekstra hati-hati dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang seharusnya tidak diabaikan. Apalagi, gejala munculnya lonjakan warga yang positif terpapar tersebut sudah berlangsung sejak usai Lebaran beberapa waktu lalu, tapi pada Minggu III dan IV bulan Mei, benar-benar lonjakan luar biasa.

Sebab, warga yang terpapar pada waktu itu mencapai 18 orang dan 18 orang sehingga pihaknya pun melakukan tracking kepada 94 warga, tapi yang hadir 74 orang, dan dari jumlah tersebut yang positif terpapar sebanyak 16 orang. Mereka saat ini tersebar menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, tidak hanya di RSUD RAA Soewondo Pati, tapi juga di beberapa rumah sakit swasta.

Selain itu juga ada yang melakukan swab mandiri sebanyak 15 orang, 8 orang dari Suwaduk tapi yang positif  4 orang menolak isolasi dan 1 orang menunggu di rumah sakit. ”Adapun yang meninggal diu wilayah Kecamatan Wedarijaksa selama Mei ada enam orang, masing-masing 3 di Suwaduk, dan 2 lainnya di Desa Sukoharjo,” imbuh Suroso.