Waduk Gembong Jadi Pusat Pesta Mercon Semalam

0
37
Serpihan kertas dari bekas ledakan mercon yang penyulutannya mengambil tempat di atas konstruksi bendung Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Ditilik dari serpihan kertas bekas ledakan mercon yang disulut di atas bendung depan Waduk Seloromo, Desa/Kecamatan Gembong, hal itu menunjukkan bahwa di lokasi tersebut sempat terjadi pesta mercon dan kembang api. Ternyata, hal itu dilakukan kelompok anak muda yang berkumpul menyambut datangnya Lebaran pada Rabu (12/Mei) 2021 malam (semalam).

Hal yang sama juga tampak terlihat di bendung depan Waduk Gurungrowo, di Desa Sitiluhur, kecamatan setempat. Kedua waduk tersebut keduanya adalah peninggalan Kolonial Belanda, sehingga konstruksinya utamanya bagian bendung berbeda dengan konstruksi waduk saat sekarang, seperti contoh terdekat adalah Waduk Logung yang terletak antara Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Dengan demikian, jika peledakan mercon terus dilakukan anak-anak muda itu di atas konstruksi bendung kedua waduk itu tentu harus mendapat perhatian serius dari pihak yang berkopenten. Sebab, hal itu dipastikan akan terus berulang bila setiap ada kesempatan, tidak hanya semata-mata pada saat puasa maupu Lebaran.

Lokasi penyulutan mercon dengan mengambil tempat di kawasan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong.(Foto:SN/aed)

Sementara itu, salah seorang warga yang berdomisili di pinggir waduik tersebut, Pinggir (55) membenarkan hal hal itu. Penyulutan mercon berlangsung cukup lama, karena sampai melebihi batas waktu yang memang benar-benar sudah larut sehingga saatnya warga juga harus beristirahat.

Semula, dia mencoba untuk tidak mengusik kesenangan anak-anak muda tersebut sepanjang tahu batas waktu pada malam hari tersebut sampai jam berapa, bukan sebaliknya semakin malam justru semakin menjadi-jadi. Sebab, yang disulut tidak hanya mercon melain kembang api luncur.

Akan tetapi saat menyulut, kembang api luncur itu tidak diarahkan ke lokasi yang kosong, yaitu ke timur melainkan ke barat laut. ”Padahal, sisi utara waduk banyak rumah tempat tinggal warga, termasuk kami yang menempati rumah di pinggir sendiri sehingga mereka sengaja kami datangi baru berpindah tempat menyulutnya,”ujar dia.