Uji Coba PTM Kedua SMA Negeri 1 Pati Batal

0
10
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Sunoto. (Saiful Anwar/Samin News)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Satuan pendidikan di Kabupaten Pati uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap pertama pada   5 hingga 16 April 2021. Sekolah yang mengikuti uji coba ini adalah SMA Negeri 1 Pati, SMK Negeri 1 Pati, MAN 1 Pati, SMP Negeri 3 Pati, dan MTs Negeri 1 Pati.

Berdasarkan evaluasi PTM tahap pertama, pemerintah daerah menghendaki uji coba PTM tahap kedua bisa dilangsungkan kembali dimulai 26 sampai 7 Mei. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku bagi SMA Negeri 1 Pati lantaran didapati sejumlah guru dan murid positif swab terpapar Covid-19.

Pada waktu itu, pemerintah menjelaskan uji coba PTM kedua di SMA Negeri 1 di tangguhkan hingga setelah lebaran. Tetapi, tidak ada pembelajaran tatap muka sebelum masuk ajaran baru bulan Juli nanti.

“Untuk PTM sementara ini off (berhenti) sampai direncanakan Gubernur Jateng saat webinar. Tidak ada uji coba PTM sebelum masuk tahun ajaran baru. Dan diminta sekolah menyiapkan untuk tahun ajaran itu,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Sunoto, Jumat (28/5/2021).

Artinya, tidak ada uji coba PTM oleh SMA Negeri 1 hingga sekolah aktif kembali. Hal itu berbeda dengan sekolah lainnya yang tetap menggelar uji coba PTM kedua sesuai jadwalnya.

Pihaknya mengaku penerapan uji coba PTM selama dua minggu yang kemudian dievaluasi ternyata sehari setelahnya ditemukan di SMA Negeri 1 ada yang terpapar Covid-19, baik murid maupun gurunya.

“Akhirnya oleh pak Bupati Pati Haryanto dari evaluasi tersebut memang ada masalah (Covid-19, red) sebaiknya dihentikan. Tapi itu khusus SMA Negeri 1, bagi sekolah lain tetap jalan menerapkan uji coba PTM tahap dua,” jelasnya.

Di samping tidak memperoleh izin pemerintah daerah, sekolah sedang menyiapkan penilaian kelulusan siswa akhir tahun.

“Setelah tahap kedua itu masuk masa PAT (Penilaian Akhir Tahun) nah setelah itu sekolah libur, murid libur tapi gurunya masuk separuhnya 50-50,” pungkasnya.