Politisi Tak Perlu Berbusa-busa Kecam Konflik Palestina

0
18

KONFLIK Palestina dan Israel yang begitu berdarah-darah kini kembali menyita perhatian publik di seluruh dunia. Berbagai macam wujud simpati dan empati bermunculan mengiringi haru-biru konflik yang sudah berlangsung sajak beberapa dekade lalu.

Meskipun begitu, di tengah konflik yang begitu panas justru ada saja pihak-pihak yang justru memanfaatkan tragedi berdarah tersebut sebagai sebuah lengkah politis untuk mengambil panggung dengan kepentingan tertentu.

Semua dari kita tentu akhir-akhir ini terasa begitu sering melihat berbagai foto dan kecaman dari berbagai tokoh politik yang mengutuk habis-habisan tragedi yang terjadi di Palestina.

Sekilas hal tersebut memang nampak wajar sebagai bentuk empati kepada masyarakat yang harus menanggung derita akibat konflik tersebut. Meskipun begitu, bagi saya kecaman semacam itu tentu tidak lebih dari hanya lelucon saja.

Sebab, bukankah apa yang diperlukan masyarakat Palestina adalah bantuan konkrit dan bukan hanya ocehan yang berbusa-busa?

Bukankah konflik Palestina sudah terjadi semenjak tahun 1947 lalu? Dengan mereka mempertontonkan kalau diri mereka mendukung Palestina setiap tahun apa manfaat yang didapat oleh Palestina? Nihil bukan?

Untuk itu, tentu berbagai pertunjukan politisi dengan mulut berbusa-busa dan menggetarkan jiwa tersebut tidak lebih hanya lelucon saja. Kata dan retorika yang begitu dahsyat tersebut tentu tidak lebih dari sekedar tontonan yang tak pernah membawa dampak apa-apa.