Diskominfo Kampanye Tekan Stunting

0
17
Pemkab Pati mewujudkan delapan aksi percepatan penanganan stunting melalui Rembuk Stunting.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Penanganan kasus stunting atau kurangnya gizi bayi menyebabkan pertumbuhan balita mengalami gangguan dari standar usia umumnya. Oleh karena itu, stunting merupakan program prioritas selain penanganan Covid-19.

Penanganan stunting tidak bisa ditangani hanya satu institusi, melainkan banyak pihak di dalamnya. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mendayagunakan semua elemen stakeholder terkait. Hal ini yang disebut dengan istilah konvergensi atau penanganan secara menyeluruh melibatkan semua pihak.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) adalah termasuk bertanggung jawab ikut andil penanganan konvergensi ini. Dimana mempunyai tugas mengkampanyekan, baik mulai kampanye stunting, wacana, realisasi serta mendorong masyarakat agar memenuhi kebutuhan gizi secara tercukupi.

“Kalau stunting di Diskominfo selaku dinas yang berwenang melakukan kampanye tentang stunting,” kata Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Kristina Inti Retnoningrum kepada Samin News, Senin (31/5/2021).

Kampanye stunting yang dilakukan oleh Diskominfo ini bisa melalui media sosial (Medsos) atau web secara elektronik. Namun juga bisa memanfaatkan kampanye melalui program aksi stunting.

Terkait dengan penanganan stunting, Pemkab Pati berupaya bagaimana mengimplementasikan dan mengkonkritkan program-program yang ada secara terpadu. Yaitu secara sinkron semua OPD sesuai tupoksi.

Di Kabupaten Pati tahun  2021 sebesar 6,10% dari 70.150 balita yang diukur mengalami prevalensi stunting. Artinya, komitmen semua pihak serta satu frekuensi dalam menurunkan angka tersebut. Baik mulai program maupun anggaran guna mendukung upaya tumbuh kembang anak yang baik.

Sebelumnya, Pemkab Pati juga merealisasikan salah satu program 8 (delapan) aksi penurunan stunting melalui kegiatan Rembug Stunting di Pendopo Kabupaten Pati beberapa hari lalu. Dalam kegiatan itu, Pemkab berupaya menjaga koordinasi dan mewujudkan optimalisasi ntervensi yang dilakukan.