Diawali Satu-satu Langsung Melonjak Tiga Pemakaman Jenazah Protokol Covid-19

0
106
Jenazah seorang laki-laki, warga Desa Bulungan, Kecamatan Tayu saat dishalatkan sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat semalam.(Foto:SN/dok-sah)
Jenazah seorang laki-laki, warga Desa Bulungan, Kecamatan Tayu saat dishalatkan sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat semalam.(Foto:SN/dok-sah)

SAMIN-NEWS.com, PATI –  Pati  benar-benar ambyar karena selain klaster baru jamaah shalat tarawih di RSS Sidokerto juga dari sisi pemakaman standar prptkol Covid-19, cenderung kembali mengalami penambahan. Jika  pemakaman Minggu (9/5/2021) kemarin pagi hanya satu jenazah, mendadak melonjak menjadi tiga jenazah.

Karena itu, Koordinator Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Khayun Fulanun, akhirnya menyampaikan pesan moral panjang lebar. Di antaranya, bahwa semua itu sudah menjadi kehendak Allah SWT.

Dengan demikian, jika kematian dalam bentuk apa pun sudah saatnya datang menjemput, maka siapa pun dia, tentu tak akan bisa menolak meskipun akan  bersembunyi dan menghindar ke mana saja.  Jika sudah demikian, maka derajat, pangkat, dan harta benda sama sekali tidak ada artinya.

Mengingat hal-hal yang demikian itu, maka yang masih diberi kesempatan bernafas, hendaknya berperilakulah yang akhlakul kharimah, tidak sombong dan tidak jumawa. ”Salah satu contoh sederhana, yaitu menganggap Covid-19 tersebut tidak ada,” ujarnya.

Pemakaman jenazah seorang laki-laki, warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Minggu (9/Mei) kemarin.(Foto:SN/dok-aed)

Padahal,  lanjut dia, Allah SWT sudah memberikan peringatan secara jelas dan nyata, seperti kematian yang jenazahnya harus dilakukan secara protokol Covid-19. Akan tetapi, hal itu dianggap hanyalah rekayasa, meskipun kenyataannya di Pati sudah berlangsung lebih dari satu tahun.

Akan tetapi, munculnya peringatan yang berlangsung cukup panjang ini masih juga.untuk hanya sekadar menerapkan protokol kesehatan (Prokes), ternyata masih banyak yang mengabaikan. ”Padahal hanya diminta memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan jangan berkerumun,” tandasnya.

Tahap akhir proses pemakaman jenazah seorang laki-lagi, warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Minggu (9/Mei) kemarin.(Foto:SN/dok-aed)

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News” (SN) menyebutkan, bahwa pemakaman jenazah protokol Covid-19, Minggu (9 Mei) 2021 pagi hari hanya satu. Yakni, seorang laki-laki warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo.

Mendadak siang hingga malam hari kemarin, langsung melonjak tiga oprang mengikutinya, untuk siang hari jenazah yang harus dimakamkan standar protokol Covud-19 adalah seorang laki-laki, warga Desa Payak, Kecamatan Cluwak. Sebelum meninggal, almarhum sempat dirawat di RS Rehatta Kelet, Jepara.

Disusul malam harinya sekitar pukul 23.00, adalah pemakaman standar yang sama untuk jenazah seorang laki-laki, warga Desa Bulungan, Kecamatan Tayu yang sebelumnya dirawat di RS KSH setempat. Berikutnya disusul pemakaman jenazah seorang laki-laki, warga Desa Kropak, Kecamatan Winong yang sempat dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati.