Benar Kata Shakespeare, Dunia Memang Panggung Sandiwara

0
15

DUNIA adalah panggung sandiwara, ungkapan popular tersebut dari dulu memang terasa begitu relevan dengan lika-liku permasalahan yang dihadapi oleh umat manusia. Namun dalam konteks kasus di Bantul, layaknya frasa yantg sebelumnya dipopulerkan oleh William Shakespear dalam karyanya yang berjudul “As You Like it” tersebut terasa begitu bisa diartikan secara lebih dangkal.

Bagaimana tidak? Kasus sate maut yang menewaskan siswa SD anak seorang driver ojek online tersebut kini telah terungkap dan dibeberkan dalam konferensi pers yang digelar oleh Polres Bantul, Senin (3/5/2021).

Pada konferensi pers tersebut diketahui pelaku berinisial NA (26) asal Kabupaten Majalengka. Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria, kepada wartawan yang hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan bahwa pelaku ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama empat hari termasuk melalui pemeriksaan rekaman CCTV di beberapa titik di sekitar lokasi pelaku menyerahkan bungkusan sate maut itu kepada Bandiman.

Kasus tersebut memang terasa begitu mengharu-biru bak sajian sinetron yang alurnya begitu dramatis dan mampu membuat kita termehek-mehek dibuatnya.

Cerita tersebut bermula ketika NA mengirimkan takjil berupa sate kepada Tomy seorang penyidik senior di Polresta Yogyakarta. NA mengirimkan takjil tersebut dengan perantara jasa ojek online bernama Budiman dengan ongkos pengiriman sebesar 30 ribu rupiah.

Sesampainya di alamat tersebut, ternyata Tomy tidak sedang berada di kediamannya. Yang ada justru istri Tomy. Istri Tomy yang merasa tidak kenal dengan pengirim sate tersebut kemudian memberikan sate tersebut kepada Bandiman.

Tanpa berpikir panjang, Bandiman pun membawa sate tersebut dan memberikan kepada anak dan istrinya yang sedang berada di rumah untuk disantap sebagai menu berbuka puasa karena memang dirinya tak menaruh kecurigaan jika bumbu sate tersebut ternyata sudah dicampur dengan racun.

Anak dan istri Bandiman yang menyantap sate racun tersebut kemudian harus dilarikan ke rumah sakit. Anak Bandiman, Naba, akhirnya meninggal dunia. Sedangkan istrinya, bisa selamat. Bandiman sendiri sempat ikut memakan sate tersebut, namun ia menyantapnya tanpa bumbu sambalnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Kombes Burkan Rudy Satria pun membeberkan bahwa kasus sate maut tersebut didasari atas motif sakit hati karena target menikah dengan perempuan lain.

Atas perbuatannya tersebut, NA dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 KUHP tentang Pembunuhan sub Pasal 80 ayat 3 jo Pasal 76c UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup.

Mengerikan memang, kisah cinta dan penghianatan ternyata bisa sesakit ini dan benar-benar terjadi di dunia nyata.