Program Penganggaran Responsif Gender, Bantu Edukasi Masyarakat Soal Gender

0
57
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinsosp3akb Kabupaten Pati Etik Trihartanti

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kini Pemerintah mulai menyadari bahwa kesetaraan gender memiliki andil yang penting dalam pembangunan negara. Oleh karena itu pemerintah mulai mengusung kesetaraan gender dalam berbagai instansi dan program tak terkecuali program Penganggaran Responsif Gender.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak dan Keluarga Berancana (Dinsosp3akb), Etik Trihartanti menyebut program tersebut membantu masyarakat dalam memahami gender.

“Dulu masyarakat menganggap gender itu hanya soal anak dan perempuan saja. Tapi sekarang akhirnya mereka banyak yang memahami gender setelah kami lakukan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan soal penganggaran responsif gender,” katanya pada Samin News saat ditemui dimeja kerjanya, Rabu (14/04/2021)

Lanjutnya mengenai program penganggaran responsif gender, pihaknya telah menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan. Ia mengungkapkan pelatihan tersebut dilakukan secara bertahap, dimulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat desa. Sejak tahun 2019, pihaknya menyebut sebanyak 50 persen dari total keseluruhan desa sudah diberi pelatihan.

“Memang sebagian masyarakat mungkin ada yang belum paham tentang gender, tapi dari dulu kami terus beri sosialisasi kami mulai dari para OPD. Sebagai perangkat daerah sekarang mereka sudah paham kok soal gender ini,” terangnya.

Diketahui penganggaran responsif gender merupakan salah satu strategi pengarusutamaan gender dalam pembangunan. Yakni terkait perencanaan dan penyusunan anggaran APBN maupun dana desa.

Etik menyebut, tujuan dari perencanaan dan penyusunan anggaran APBN maupun dana desa diarahkan pada penyelenggaraan program dan kegiatan gender agar tercipta kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

“Melalui program tersebut nanti diarahkan pada kegiatan- kegiatan gender agar bisa mengedukasi masyarakat sehingga salah satunya bisa membantu mengurangi angka kasus kekerasan seksual,” pungkasnya