Meski Sudah Divaksin, Sekda Pati Minta Uji Coba PTM Tak Longgarkan Prokes

0
28
Sekda Pati (tengah) Suharyono saat mengikuti sosialisasi PPDB PAUD sampai SMP di Pendopo, Senin (26/4/2021)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Meski beberapa kalangan kelompok masyarakat telah divaksin, namun seyogyanya jangan terlalu sesumbar melonggarkan protokol kesehatan. Di waktu jelang hari raya Idul Fitri tahun 2021 ini pemerintah telah melarang mudik tak lain untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya klaster seperti kasus di Desa Kuryokalangan.

Selain itu, pemerintah daerah mulai dari tenaga kesehatan, pelayan masyarakat maupun tenaga pendidik juga demikian. Bagi di instansi pendidikan atau sekolah sebagai syarat prosedur pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal April ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono meminta semua pihak untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Di bidang pendidikan pemerintah daerah menggelar piloting uji coba sebelum tahun ajaran baru 2021-2022 berjalan pada Juli mendatang.

Pihaknya mengatakan bagi tenaga pendidik sebagai penyelenggara uji coba PTM telah divaksin. Namun demikian, menilik persoalan di lapangan jangan sampai menyepelekan terkait standar operasional prosedur (SOP).

“Meskipun sudah divaksin, tetap harus menjaga protokol kesehatan,” kata Suharyono saat acara sosialisasi PPDB bagi jenjang PAUD hingga SMP di Pendopo Pati, Senin (26/4/2021).

Pemerintah Kabupaten Pati menyiapkan tahun ajaran baru agar benar-benar nanti sekolah siap mengadakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tengah pandemi. Sedangkan uji coba PTM diikuti lima sekolah antara lain SMA Negeri 1 Pati, SMKN 1 Pati, MAN 1 Pati, SMPN 3 Pati, dan MTsN Winong.

Lebih lanjut menurutnya karena berdasarkan pengalaman di negara India oleh Menkes India dengan bangga menyatakan sudah berhasil memberantas Covid-19. Tapi setelah ada ritual di Sungai Gangga dan sekarang India menjadi pandemi yang paling berat.

Negara India saat-saat ini menjadi negara dengan kasus Covid-19 yang cukup signifikan. Dimana pihaknya menilai, terjadinya lonjakan itu disebabkan masyarakat lengah dengan tidak mematuhi prokes. Sebab merasa telah bebas dan aman dari virus tersebut.

Dari pelaksanaan uji coba PTM tahap pertama di Kabupaten Pati itu, Suharyono menyebut ada beberapa temuan kasus di sekolah. Sehingga semuanya dievaluasi oleh pemerintah setempat. Bagi sekolah yang terdapat beberapa kasus, pihaknya menyebut uji coba PTM tahap kedua bakal ditangguhkan sampai setelah lebaran Idul Fitri.

“Hasilnya memang ada baik guru maupun muridnya terkena corona. Maka SMA Negeri 1 Pati kita tangguhkan sampai setelah hari raya. Sedangkan sekolah yang lain yaitu SMPN 3 hanya 1, SMK juga 1 boleh diteruskan,” jelasnya.

Dengan begitu, perihal pelaksanaan uji coba PTM di sekolah bisa berjalan sesuai yang direncanakan. Alih-alih untuk menyambut tahun ajaran baru, justru terjadi klaster. “Harapannya nanti setelah hari raya bisa ditambah jumlah siswa maupun sekolah,” tutup Suharyono.