Dua Jenazah dari Desa Bertetangga Semalam Dimakamkan dengan Standar Protokol Covid-19

0
89
Situasi pemakaman jenazah dengan standar protokol Covid-19 di malam hari.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kematian dengan jenazah yang dimakamkan  berstandar protokol Covid-19 di Pati selama ini, memang seperti menghitung angka-angka tapi sampai jumlah bilangan berapa, sudah saatnya tidak perlu dipikirkan secara berlebihan. Akan lebih, jika masing-masing individu saling menjaga diri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Akan tetapi, untuk mengingatkan bahwa masa pandemi Covid-19 ini belum berakhir maka alangkah baiknya setiap terjadinya kematian dan pemakaman jenazah dengan protokol itu harus dikabarkan. Dengan demikian, agar siapa saja bisa mengetahui dan terus untuk menjaga diri masing-masing sehingga tidak perlu lagi merasa takut tapi sebaliknya, siap melawan dan memutus penyebaran virus tersebut.

Karena itu, papar salah seorang anggota tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Purnama, setelah pemakaman jenazah sejak Sabtu (10/4) dan Minggu (11/4) yang jumlahnya empat orang tersebut, jangan memunculkan hal yang pesimistis bahwa masa pandemi ini tidak akan berakhir. ”Akan tetapi, sebaliknya kita hadapi dengan semangat untuk memutus panjangnya mata rantai masa pandemi Covid-19 ini,”ujarnya.

Bagi tim pemakaman jika melihat dokumentasi pemakaman seperti ini meskipun bosan tapi tak pernah mengendorkan semangatnya dalam bertugas.(Foto:SN/aed)

Buktinya, lanjut dia, untuk pemakaman dua jenazah tadi malam warga desa bertetangga berlangsung sampai pukul 03.00, karena ada yang harus menunggu kedatangan keluarganya dari Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Sedangkan desa bertetangga dimaksud, yaitu antara Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu dan Desa Purwosari juga di wilayah kecamatan yang sama.

Untuk pemakaman yang harus berlangsung hingga menjelang subuh tersebut, adalah jenazah seoramg laki-laki warga Desa Purwosari. Almarhum ini meninggal lebih dahulu dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati, tapi karena harus menunggu kedatangan keluarganya dari Bekasi, maka hal tersenut menyebabkan harus menunggu cukup lama.

Dengan demikian, selesai pemakaman pertama untuk jenazah seorang perempuan, warga Desa Tlogorejo yang sebelum meninggal sempat dirawat di RSUP Dokter Kariadi Semarang, tim harus kembali ke Posko di pinggir jalan raya Pati-Kudus. ”Beruntung jarak lokasi pemakaman dengan posko terhitung tidak terlalu jauh, hanya sekitar lima kilometer,”imbuhnya.