Di Panjunan Terjadi Dua Kematian dengan Penyebab Berbeda

0
144
Pemakaman yang berlangsung dengan standar potokol Covid-19, di Desa Panjunan, Kecamatan Pati, tadi malam, di mana seorang anggota tim pemakaman BPBD Pati tengah menabur bunga di pusara makam.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Merebaknya kembali kematian warga di Kabupaten yang diduga positif terpapar Covid-19, memang sulit terbantahkan. Hal itu tentu bagi yang mempercayainya, tapi bagi yang sebaliknya maka penyikapannya pun berbeda.

Dengan demikian, hal yang berlangsung selama satu tahun itu hendak terus menerus diperdebatkan juga tidak ada manfaatnya. Sedangkan  dua kematian sebagaimana yang berlangsung Kamis (22/4) kemarin, di Desa Panjunan, Kecamatan Pati, faktanya memang berbeda.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa (Kades) setempat, Danu Ikhsan Haris Candra, usai mengikuti pemakaman jenazah salah seorang perempuan warganya, semalam sekitar pukul 19.15. ”Almarhumah memang benar warga kami yang sebelum meninggal sempat dirawat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati,”ujarnya

Dugaan faktor penyebab sakitnya almarhumah, lanjut dia, karena positif terpapar Covid-19 sehingga harus masuk ke RS, Rabu (14/4) lalu. Sedangkan meninggalnya di RS tersebut Kamis siang sekitar pukul 14.00.

Sedianya jenazah almarhumah akan dimakamkan pukul 16.30, tapi karena dalam bulan puasa maka pemakaman yang dilaksanakan oleh Tim Pemakaman BPBD Pati, sehabis shalat maghrib.  Saat pemakaman hendak berlangsung, pihaknya menerima informasi, bahwa di areal persawahan Desa Panjunan, tepatnya di kawasan JLS ditemukan seorang meninggal.

Pengecekan bersama pihak kepolisian pun dilakukan,  seorang laki-laki ditemukan dalam keadaan meninggal. Faktor penyebabnya dipastikan akibat  tersengat strum listrik yang dialirkan masuk ke areal persawahanya untuk nyetrum tikus.

Laki-laki bernama Jarmin (57) itu sebenarnya warga Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus. ”Akan tetapi selama ini almarhum menyewa sawah di Panjunan,”imbuhnya.