Pengaman Tepi Jembatan Kembar di Juwana Ambrol

0
223
Pagar pengaman sisi kanan jembatan kembar di ruas jalan Juwana-Guyangan Kecamatan Trangkil, Selasa (9/3) sekitar pukul 11.00 tadi tiba-tiba ambrol.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jembatan kembar di ruas jalan Juwana atau ikut antara  Desa Bakaran Kulon dan Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Selasa (9/3) sekitar pukul 11.00 tadi mendadak ambrol. Untuk menghindari terjadinya kemacetan, warga sekitar langsung menutup pada satu sisi bagian pagar pengaman yang ambrol dengan bangku panjang melintang di sisi ruas jalan.

Sedangkan pihak kepolisian Babinkamtibmas Polsek Juwana menempatkan beberapa traffic cone/kerucut lalu lintas di tengah ruas jalan antara Juwana-Guyangan. Dengan demikian, jika ada kendaraan dari dua arah yang hendak melintas, maka satu di antaranya harus sabar antre sehingga tak bisa saling berebut mendahului.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Naryo yang begitu mendapat infomasi langsung mengecek ke lokasi. ”Jika ditilik dari konstruksinya berbentuk gorong-gorong berjajar dengan tatanan batu merah membentuk lengkungan di atasnya, menunjukkan bahwa konstruksi jembatan itu adalah peninggalan kolonial Belanda,” ujarnya.

Pagar pengaman sisi kanan jembatan kembar di ruas jalan Juwana-Guyangan Kecamatan Trangkil, Selasa (9/3) sekitar pukul 11.00 tadi tiba-tiba ambrol.

Sisa konstruksi jembatan model itu, lanjut Naryo, di Kota Pati masih ada, yaitu jembatan Kalidoro, di Jl Pemuda. Dengan demikian, konstruksi jembatan tersebut jika dihitung sampai sekarang umurnya sudah lebih dari 75 tahun, jika dibangun sebelum Kemerdekaan RI sehingga konstruksi material batu merah tersebut mengalami gerusan air sehingga terjadi pengeroposan perekat spesinya.

Kondisi tersebut diperburuk dengan lalu lalangnya kendaraan berukuran besar yang melintas tiap hari, maka getarannya yang begitu kuat tak bisa dindari. Akibatnya gerusan yang terjadi untuk sementara hanya pada bagian tembok pengaman di sisi tepinya, sehingga lama-lama getaran juga akan merontokan bagian gorong-gorongnya.

Dalam kondisi kerawanan itu pihaknya sudah melapor dan minta agar konstruksi jembatan tersebut dibongkar total, utuk diganti konstruksi baru. ”Hanya saja sampai sekarang belum masuk skala prioritas, sehingga belum masuk daftar penganggaran, maka kami untuk sementara akan memasang rambu pengaman dari drum yang dicat zebra (putih),” imbuhnya.