Pemakaman Satu Jenazah Standar Protokol Covid-19 Asal Randublatung

0
87
Pemakaman standar protokol Covid-19 untuk jenazah seorang perempuan, asal Randublatung, Bolra, di tempat pemakaman umum (TPU) Segaran, Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor, Senin (15/3) tadi pagi.

SAMIN-NEWS.com, PATI –  Sabtu (13/3) lalu Tim Pemakaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, masih memakamkan tiga jenazah dengan standar protokol Covid-19. Akan tetapi berikutnya, Minggu (14/3) libur, dan Senin (15/3) sejak pagi sampai siang ini juga belum ada.

Kendati demikian, tadi pagi sekitar pukul 07.30, tim BPBD harus tetap memakamkan satu jenazah seorang perempuan, asal Randublatung, Blora. Sedangkan tempat pemakamannya adalah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Segaran, Kampung Kaborongan, Kelurahan Pato Lor, Kecamatan Pati, sehingga besar kemungkinan almarhumah adalah asli warga Pati.

Dengan demikian, papar salah seorang anggota tim, Purnama, kendati selama ini bertempat tinggal di Randublatung Blora, tapi saat meninggal dimakamkan di tempat kelahirannya. ”Sesuai data meninggalnya, adalah Minggu (14/3) sekitar pukul 21.30, maka pemakamannya dilakukan lebih awal, hari ini sekitar pukul 07.30,” ujarnya.

Pemakaman standar protokol Covid-19 untuk jenazah seorang perempuan, asal Randublatung, Bolra, di tempat pemakaman umum (TPU) Segaran, Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor, Senin (15/3) tadi pagi.

Sebelum meninggal, lanjut dia, almarhumah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Permata Blora, maka untuk pemberangkatan jenazah tersebut dari rumah sakit itu dilaksanakan pagi-pagi sekali. Terlepas dari hal tersebut, pihaknya tetap mengharap agar selesai pemakaman jenazah itu sampai sore dan malam nanti pihaknya tidak lagi memakamkan jenazah standar protokol Covid-19 yang warga Pati.

Dengan kata lain, sejak Senin (15/3) hari ini hingga nanti atau bahkan seterusnya jangan ada lagi jenazah orang meninggal dunia, warga Pati yang dimakamkan dengan standar protokol Covid-19. Itu artinya, harapan dia adalah tegas bahwa untuk Pati yang meninggal dengan dimakamkan standar protokol Covid-19 memang sudah cukup banyak.

Karena itu, jika hal tersebut segera berakhir atau sudah tidak ada lagi warga yang dimakamkan dengan standar protokol itu memang sudah semestinya. ”Itu adalah harapan yang wajar dan sudah semestinya, mengingat  yang meninggal dan dimakamkan dengan standar tersebut di Pati sudah terlalu banyak,” imbuhnya.