Minggu Kemarin Pati Bebas Pemakaman Standar Protokol Covid-19, Hari Ini Ada Dua

0
60
Pemakaman standar protokol Covid-19 oleh tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati.(Foto:SN/dok-aed)
Pemakaman standar protokol Covid-19 oleh tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati.(Foto:SN/dok-aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Minggu (7/3) kemarin sejak pagi, siang, sore hingga malam hari, Pati benar-benar menikmati hari libur dari pemakaman standar protokol Covid-19. Sehigga hal teresebut tetu memunculkan harapan di kalangan banyak warga, bahwa Pati mulai benar-benar memasuki masa bebasnya pemakaman jenazah standar itu di masa pandemi yang dinyatakan belum berakhrir ini.

Ternyata, kondisi tersebut memang tidak bisa dipungkiri bahwa pemakaman dengan standar protokol Covid-19 belum benar-benar berakhir. Sebab, Senin (8/3) hari ini, masih ada dua jenazah yang harus dimakamkan dengan standar itu, sehingga Pati memang benar-benar belum bisa libur atau berhenti dari pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 itu.

Dengan demikian, papar salah seorang tim pemakaman dari BPBD yang akrab disapa Purnawa, lebih baik pihaknya kembali megingatkan agar masyarakat jangan sampai mengendorkan semangat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes). ”Jika yang menyangkut tugas pemakaman, hal itu tidak terlalu membebani pihaknuya maupun  tim lainnya,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, ada yang masih membuat pihaknya tidak memahami, mengapa pemakaman standar protokol Covid-19 masih juga terjadi. Padah Minggu kemarin, benar-benar seharian sudah tidak ada, sehingga hari ini dan hari berikutnya juga sama-sama tdak ada maka Pati, paling tidak bisa disebut sudah sedikit aman dari masa pandemi penyebaran virus Covid-19.

Apalagi, upaya untuk memutus mata rantai juga terus dilakukan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan hari ini, sudah memasui masa akhir berlakunya hal tesebut yang  berlangsung untuk kali ketiga dari dua pekan berlakunya tiap pembatasan tersebut, dan seharusnya harapan dia maupu  warga lain sudah tidak ada pemakaman.

Ternyata masih ada dua pemakaman, masing-masing jenazah seorang perempua dari Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Sebening Kasih Tayu. ”Satu jenazah lainnya, seorang laki-laki, warga Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH Pat,” imbuhnya.