Jenazah Warga Sidomukti yang Dimakamkan Standar Protokol Covid-19 Masih Muda

0
211
Pemakaman jenazah seorang laki-laki warga Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Pati, tadi pagi, Sabtu (6/3).

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jika mencermati pemberitaan ”Samin News” untuk jenazah yang meninggal dimakamkan dengan standar protokol Covid-19, ternyata masih ada yang muda belia. Yakni, seorang  perempuan warga Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, dan sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Mitra Bangsa Pati.

Sedangkan satu jenazah lainnya, seorang laki-laki, warga Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso yang tadi pagi, Sabtu (6/3) dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat juga terhitung masih muda. Yakni, baru sekitar 38 tahun yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Margoyoso.

Hal tersebut, papar salah seorang tokoh masyarakat desa setempat,  Harnoto, menarik perhatiannya untuk mencermati permasalahan itu, karena tidak semua warga yang meninggal dan dimakamkan dengan protokol Covid-19, dari sisi umur dipastikan rata-rata sudah 50 tahun. ”Akan tetapi, faktanya, dalam dua hari ini keduanya masih berusia muda,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, ternyata serangan virus Covid-19 saat ini sudah tidak memandang usia, maka kalangan muda juga harus mulai memperhatikan hal tersebut. Dengan kata lain, dari kalangan muda saat ini tidak boleh abai terhadap pentingnya protokol kesehatan, utamanya jangan menciptakan terjadi kerumunan, serta tidak memakai masker.

Terlepas almarhum yang baru berusia 38 tahun itu tertular dari siapa, dan di mana, maka warga yang lain di Pati harus mencermati hal tersebut. Memang benar, almarhum sehari-hari adalah sebagai pedagang di Pasar Mbambang, Cluwak Pati, dan Pasar Baleaji, Jepara, maka tertularnya yang bersangkutan, besar kemungkinan dari pasar.

Apalagi, beberapa hari terakhir ini, situasi dan kondisi masa pandemi Covid-19 di Jepara, ada beberapa teman yang menginformasikan kembali terjadi peningkatan. ”Namun terlepas dari hal tersebut, maka akan lebih baik jika semua warga tetap membatasi diri dalam kegiatan sehari-hari, dan juga mengoptimalkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” imbuh Harnoto.