Jelang Pilkades Serentak, Polsek Sukolilo Maksimalkan Upaya Cipta Kondisi

0
58
Salah satu penyebab tidak kondusifnya lingkungan masyarakat di wilayah hukum Polsek Sukolilo tak lain adalah, masih berlanjutnya penjualan minuman keras (miras) yang terus dirazia.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sudah semestinya jika menjelang berlangsungnya pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkdes) serentak di Kabupaten Pati, pihak Polsek Sukolilo terus berupaya melakukan cipta kondisi secarta maksimal. Hal tersebut  harus dilakukan, agar masyarakat jangan sampai menjadi penyebab timbulnya situasi yang tidak kondusif di lingkungannya.

Sedangkan salah satu yang pemicu terjadinya hal tersebut, biasanya karena dampak dari pengaruh dikonsumsinya minuman keras (miras) oleh masyarakat. Karena itu, razia penjualan miras yang biasa berlangsung di warung-warung kelontong pun terus digiatkan, di bawah pimpinan langsung Kapolsek Sukolilo, Iptu Sahlan SH MM bersama personel jajarannya.

Seperti razia miras yang berlangsung Senin (22/3) malam (tadi malam), papar Iptu Sahlan, pihaknya melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di beberapa warung milik warga, di antaranya di kios milik Sutiyani. ”Pemilik kios, adalah warga Lebak Wetan, Desa/Kecamatan Sukolilo, dan dari tempat ini kami menyita 6 botol air mineral besar, dan isinya tak lain miras jenis arak putih,” ujarnya.

Salah satu penyebab tidak kondusifnya lingkungan masyarakat di wilayah hukum Polsek Sukolilo tak lain adalah, masih berlanjutnya penjualan minuman keras (miras) yang terus dirazia.

Masih di tempat yang sama, lanjut dia, didapati pula tujuh botol miras yang di kalangan warga dikenal dengan sebutan conglik. Sekitar pukul 22.00, razia miras pun dilanjutkan ke Desa Kedungwinong, tepatnya di kios milik Suharno, di tempat ini disita tujuh botol air mineral berisi arak putih, dan 14 botol anggur merah merk Javan.

Dalam operasi kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) tersebut, pihaknya seperti biasa tidak lupa memberikan pengarahan kepada warga pemilik kios/warung yang menjual miras tersebut, untuk berhenti berjualan minuman berkadar alkohol cukup tinggi itu. Hal tersebut untuk menjaga situasi Harkamtibmas di wilayah hukum Polsek Sukolilo.

Hal tersebut tidak hanya semata-mata menjelang berlangsungnya pilkades, untuk Kecamatan Sukolilo akan dilaksanakan di 11 dari 16 desa di wilayah kecamatan ini. ”Akan tetapi, sebentar lagi juga akan berlangsung ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan, maka dalam kesempatan ini kami juga tidak memberikan toleransi terhadap semua perilaku warga yang mengganggu ketertiban masyarakat,” tandasnya.