Hari Ini 500 Pedagang di Pasar Daerah Selesai Divaksinasi

0
29
Antrean para pedagang Pasar Kayen yang harus divaksinasi kedua, sehingga semuanya tuntas.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hari ini, Rabu (24/3) dipastikan sebanyak 500 pedagang di beberaa pasar daerah sudah tuntas menjalani vaksinasi tahap kedua. Pelaksanaan vaksinasi tahap ini dimulai Senin (22/3) lalu terhadap para pedagang di Pasar Puri, Pujasera, Sleko 1 dan 2, Soponyono, Rogowongso, Dosoman, dan Pasar Juwana Baru.

Berikutnya, papar penanggung jawab pengelolaan Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Widyo memaparkan, untuki vaksinasi terhadap para pedagang di Pasar Kayen, juga sudah dilaksanakan Selasa (23/3) kemarin. Dengan demikian, untuk Rabu (24/3) hari ini tinggal Pasar Wedarijaksa dan Pasar Tayu.

Dengan demikian, pihaknya juga mengharap agar vaksinasi selanjutnya bisa segera segera diberikan pula kepada para pedagang pasar daerah lainnya. ”Jika dirinci, memang masih ada pedagang pasar yang belum mendapat alokasi jatah vaksinasi, di antaranya adalah Pasar Gembong, dan juga ada Pasar Winong,” ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi di pasar tersebut berjalan lancar.

Jika pedagang di pasar lainnya juga bisa segera divaksinasi, lanjutnya, maka mereka akan mempunyai daya tahan maksimal dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. Di sisi lain, kegiatan mereka di pasar saat melakukan transaksi jika tetap menjaga jarak, tentu akan dalam posisi aman.

Dengan kata lain, kendati sudah menjalani vaksinasi tapi para pedagang diminta tetap berhati-hati, dan tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Apalagi saat ini, untuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih diberlakukan perpanjangan, maka para pedagang yang tiap hari melakukan transaksi dengan pengunjung harus tetap mematuhi prokes.

Harapannya, tentu agar masa pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga situasi dan kondisi kembali normal. ”Lebih-lebih sebentar lagi adalah Puasa Ramadan yang tentu diikuti dengan Lebaran, sehingga perputaran ekonomi atau perdagangan di kalangan para pedagang juga ditentukan oleh situasi kesehatan di masyarakat,” imbuhnya.