Hanya Jeda Sabtu, Minggu Dua Jenazah Dimakamkan Standar Protokol Covid-19

0
78
Gerbang Kubur Islam di Dukuh Bungkuk, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo (atas). Shalat jenazah seorang laki-laki, warga Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Minggu (28/3) siang kemarin. oleh para peta’ziah (atas).(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI -Teka-teki yang menyelimuti kematian di Pati, sampai saat ini memang belum terpecahkan karena hampir tiap hari dipastikan ada jenazah yang dimakamkan standar prokol Covid-19. Hanya saja, belakangan ini jumlahnya sudah mulai berkurang, dan tidak sebanyak lagi di awal tahun lalu (Januari) yang jumlah seluruhnya dalam satu bulan berdasarkan catatan ”Samin News” mencapai 128 orang.

Akan tetapi untuk bulan ini (Maret) juga sudah mulai berkurang, dan bahkan Sabtu (27/3) lalu sama sekali atau terjadi jeda dalam satu hari. Hanya saja, Minggu (28/3) kemarin, tim pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, pagi-pagi sekitar pukul 05.30 sudah menerima berita bahwa satu jenazah seorang perempuan, warga Dukuh Ngrandu, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, harus dimakamkan standar protokol Covid-19.

Dengan demikian, papar salah seorang di antara personel tim yang bersangkutan, Purnama, pihaknya pun membatalkan acara pribadi di hari Minggu. ”Hal tersebut mengingat pemakaman jenazah almarhumah yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati, akan dilangsungkan  pukul 08.30 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dukuh setempat,”ujarnya.

Seorang modin tengah mengumandangkan adzan di dekat peti jenazah (atas) sebeum peti jenazah tersebut dimasukkan ke liang kubur (bawah).(Foto:SN/aed)

Baru saja selesai memakamkan jenazah seorang perempuan di Dukuh Ngrandu, Desa Kutoharjo, lanjutnya, tim juga menerima perintah melakukan persiapan  untuk pemakaman satu jenazah lagi, seorang laki-laki. Jenazah tersebut tak lain, warga Wangunrejo, Kecamatan Margorejo dengan lokasi pemakaman di Kubur Islam Dukuh Bungkuk, desa setempat.

Sebelum meninggal, almarhum sempat dirawat di RSUP Dokter Kariadi Semarang, sehingga pihaknya dari Ngrandu langsung kembali ke markas di pinggir jalan raya Pati-Kudus sambil menunggu kedatangan jenazah. Jika mobil jenazah dari Semarang pukul 11.00, paling tidak sampai lokasi sekitar pukul 12.30.

Proses terakhir pemakaman jenazah seorang laki-laki, di Kubur Islam Dukuh Bungkuk, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati, Minggu (28/3) kemarin.(Foto:SN/aed)

Kendati Minggu harus memakamkan dua jenazah, maka harapan tim dan juga seluruh warga Pati tentu tak jauh berbeda, yaitu berhentinya kematian yang jenazahnya harus dimakamkan dengan standar protokol Covid. ”Dengan berpikir secara sederhana, maka jika masih ada kematian yang harus dimakamkan dengan protokol kesehatan (prokes), tentu mengindikasikan bahwa masa pendemi Covid-19 sampai saat ini belum berakhir,”tandasnya.

Diperoleh keterangan, bahwa Senin (29/3) hari ini (tadi pagi) juga akan menyusul dimakamkan dua jenazah lainnya dengan standar protokol Covid-19. Masing-masing jenazah seorang laki-laki, warga Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu dan jenazah lainnya seorang perempuan, warga Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati.