Dasar Wibowo: Mengulang Tampil dalam Pilkades Enam Tahun Lalu

0
113
Dasar Wibowo , satu dari dua calon Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken.

SAMIN-NEWS.com , PATI – Menyikapi hasil penetapan bakal calon menjadi calon, dan juga pengundian nomor urut dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, secara serentak, Dasar Wibowo (38) seperti dalam rekaman ”kaca benggala.” Dengan kata lain, apa yang terjadi dalam proses pilkades tahun ini tak beda jauh dengan pilkades enam tahun silam (2015).

Karena itu, papar para pendukungnya yang waktu itu bisa mengantar calon yang bersangkutan memperoleh 731 suara, atau hanya terpaut satu suara dengan lawannya yang dinyatakan terpilih oleh panitia, justru dirasakan bagai pepatah, ”siapa menanam bakal menuai.” Sebab, Tuhan Yang Maha Esa, sepertinya memang sudah menyiapkan rencana, bahwa kemenangan yang bersangkutan yang tertunda enam tahu lalu, siap diberikan sekarang.

Dasarnya adalah firasat nyata yang sudah ditunjukan atas kuasa-Nya sekarang, di antaranya adalah hasil pengundian nomor urut Dasar Wibowo tetap seperti dalam pilkades masa lalu. ”Benar, kami mendapatkan nomor urut undian 1, dan pilkades yang akan berlangsung serentak, tanggal 10 April 2021 mendatang jatuhnya juga sama dengan enam tahun lalu, Sabtu Legi,” tandas calon yang bersangkutan.

Karena itu, lanjut dia, maka hal yang mendasar untuk disikapi adalah upaya menjaga dan mengamankan para pendukungnya agar tidak mudah dirongrong dan dipengaruhi pihak lain. Dengan demikian, baik pendukung dalam pemilihan enam tahun lalu maupun pendukung pilihan yang sekarang, masing-masing harus menjaga suara dari calon yang dipilihnya.

Dengan kata lain, dalam pilkades yang jatuh pada hari Sabtu Legi dengan nomor urut undian satu yang sama dengan enam tahun lalu, secara riil dan benar-benar nyata, adalah kemenangannya. Kondisi menjadi berubah ketika terjadi penghitungan suara ulang berkait keterpatuan dua suara atas kemenangannya, kondisi menjadi terbalik.

Maksudnya, jika semula dia menang dengan keunggulan dua suara atau calon lawan hanya memperoleh 729, berubah menjadi 732 suara atau dalam penghitungan suara ulang bertambah 3 suara, dan dia tetap 731 suara. ”Jika mengutip pendapat dari para tetua, untuk penghitungan hari Sabtu Lagi, dalam hitungan Jawa, untuk Sabtu adalah (9) dan Legi itu (5) sehingga totalnya (14), di dalamnya itulah terkandung makna dari hitungan hari tersebut,” imbuhnya.