Anggota Komisi C DPRD Pati, H Haryono Ikut Membantu Mengatur Lalu Lintas

0
159
Salah seorang anggota Komisi C DPRD Pati dari Fraksi PKB, H Haryono saat minta sebuah truk tronton yang sopirnya hendak nekat melintas di Jembatan Kembar, di alur Kali Wesi Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, untuk kembali ke arah semula.
Mendokumentasikan truk tronton yang sudah kembali ke arah semula.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bagi salah seorang anggota Komisi C DPRD Pati dari Fraksi PKB, H Haryono ini, bukan karena ”legan luru momongan” Akan tetapi, dia bersungguh-sungguh ikut mengatur arus lalu lintas agar jangan melintas di atas Jembatan Kembar di atas alur Kali Wesi, masuk Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana.

Sebab, jembatan yang pondasinya ambrol sekitar sepekan lalu, Selasa (16/3) tadi pagi mulai diperbaiki oleh pihak yang berkompeten, yaitu Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati. Akan tetapi, kendati jembatan sudah ditutup baik dari arah timur (Juwana) maupun barat (Tayu), ternyata masih banyak pengguna jalan yang berupaya menerobosnya.

Padahal, paparnya, di atas jembatan sudah beroperasi ekskavator loader untuk mengeruk material bekas pondasi jembatan yang ambrol untuk dibuang di tempat salah seorang warga sekitar yang membutuhkan. ”Dengan demikian, di atas jembatan juga beroprasi ‘dump truck’ yang mengangkut material dari dasar kali untuk dibuang,” ujarnya.

Berdiri di tengah jalan, seorang anggota Komisi C DPRD Pati dari Fraksi PKB ini mengatur arus lalu lintas yang dari arah timur (Juwana) hendaknya jangan masuk lewat jembatan, melainkan belok kiri lewat jalan menuju Pasar Selok, baru naik ke jalan antara Juwana-Wedarijaksa.

Hal tersebut dilakukan dengan maksud, agar pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu sehingga cepat selesai, atau paling tidak dalam waktu dua bulan sudah bisa tuntas. Aka tetapi jika sampai lebih dari itu, justru warga sendiri yang rugi, meskipun ada pengguna jalan yang bisa lolos dari pemasangan barikade larangan.

Di sisi lain, pihaknya juga warga Langgenharjo, sehingga apa yang terjadi di desanya ini jangan sampai berlarut-larut. Jika perbaikan jembatan ini yang menjadi penghambat adalah para pengguna jalan, maka sudah sepantasnya jika dia ikut mempunyai kepentingan bersama warga yang tiap hari harus lewat.

Karena itu, ketika ada truk tronton dari Surabaya hendak melintas di jembatan itu, pihaknya bersikukuh agar kembali ke arah semula, lewat akses jalan Juwana-Wedarijaksa. ”Apalagi jika mengingat, bahwa pelaksanaan perbaikan jembatan ini bukan proyek, melainkan swakelola sehingga tidak ada pekerja yang mengatur arus lalu lintas,” imbuhnya.