Alur Kali Wesi Saatnya Dinormalisasi

0
34
Anggota Komisi C DPRD Pati, H Haryono dari Fraksi PKB.
Kondisi alur Kali Wesi, di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Ambrolnya pondasi Jembatan Kembar di alur Kali Wesi, masuk Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, salah seorang anggota Komisi C DPRD setempat, melakukan pengecekan langsung ke lokasi jembatan setempat. Selain meminta agar ambrolnya pondasi jembatan itu segera diperbaiki, yang bersangkutan juga minta agar alur kali tersebut juga dinormalisasi.

Sebab, kondisi alur kali seperi itu sudah pasti  tak mampu mengalirkan air tawar secara maksimal yang benar-benar diperlukan oleh para petani tambak setempat. Apalagi di bagian muara kali tersebut, kondisinya memang benar-benar sudah menyempit karena tertutup endapan lumpur dari hulu juga endapan lumpur yang terbawa air laut pasang.

Karena itu, paparnya, dia minta perhatian pihak yang berkompeten dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati. ”Jika alur kali hingga muara tidak bisa dinormalisasi seketika antara lokasi satu dan lainnya karena faktor anggaran, tentu bisa dilaksanakan secara bertahap,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, di kawasan pantai baik mulai dari Batangan, Juwana, Wedarijaksa, Trangkil, Margoyoso hingga Tayu sampai Dukuhseti, tentu banyak alur kali yang berhilir di kawasan pantai. Jika dicermati rata-rata alur kali tersebut banyak yang dangkal dan menyempit alurnya, lebih-lebih di bagian muara.

Dengan demikian, alur kali yang sudah terlalu sempit hendaknya dinormalisasi, agar bila turun hujan di kawasan hulu gelontoran airnya tersumbat dan menyebabkan banjir seperti beberapa waktu lalu di Dukuhseti. ”Karena itu kami sangat mendorong upaya tersebut, agar para petani tambak juga tidak kesulitan memasukkan air,” imbuhnya.

Diminta tanggapannya secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Kabupaten Pati, H Darno tidak mengelak kondisi alur kali di wilayah kerjanya seperti itu. ”Kami juga mengalokasikan pengerukan beberapa alur kali, tapi mulainya nanti setelah memasuki kemarau.” tandasnya.