Wakil Bupati Saiful Arifin; Optimalkan Energi Positif untuk Pati

0
89
Wakil Bupati Saiful Arifin.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Di tahun keempat masa jabatannya sebagai Wakil Bupati Pati. Saiful Arifin (Safin) tak pernah kendor mengajak warganya mengoptimalkan energi positif, untuk bangkit dan sadar membangun Pati. Apalagi, Pati sebagai eks-ibu kota wilayah karesidenan ternyata masih tertinggal dengan Kudus sebagai daerah idustri kretek, tapi bukan penghasil tembakau.

Di sisi lain, Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek juga sudah mempunyai fasilitas pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi seperti IAIN dan juga UMK, tapi Pati dengan penduduk 2 juta jiwa belum punya fasilitas pendidikan tersebut. Karena itu, dengan energi positif yang dimiliki pihaknya kini tengah merintis pendirian perguruan tinggi di Pati.

Untuk ancar-ancar nama perguran tinggi tersebut juga sudah disiapkan, karena tahun depan (2022) perguruan tinggi itu sudah siap beroperasi. ”Pada tahap awal, tentu harus berbentuk Sekolah Tinggi (ST) baru berikutnya setelah berkembang berganti menjadi universitas, sehingga ke depan diharapkan bisa mencarikan jalan pemecahan bagi para lulusan SMA/SMK yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin tengah mempush gagasannya tentang pentignya energi positif di depan tiga mahasiswi IAIN Kudus yang tengah melakukan praktik kerja lapangan, di PT Samin Media Pustaka Pati.

Sebab, lanjutnya, tiap tahun ini di Pati sedikitnya ada 8.000 lulusan SMA/SMK tapi di antara mereka yang melanjutkan kuliah di perguruan tinggi di luar kota. Dengan demikian, bagi yang memiliki energi positif seharusnya dimanfaatkan untuk menggagas berdirinya perguruan tinggi di daerah sendiri, agar setelah lulus nanti tidak meninggalkan daerahnya.

Hal tersebut banyak terjadi setelah lulus perguruan tinggi mencari pekerjaan, dan sukses di daerah maka mereka pun enggan kembali Pati yang sebenarnya membutuhkan tenaganya untuk memajukan Pati. Seperti, apa yang dilakukan dengan kembali ke daerahnya dengan berbekal energi positif tak lain untuk memajukan Pati yang sebenarnya ”Kota Lama” tapi masih tertinggal dibanding daerah lain.

Akan tetapi hal itu tak perlu saling menyalahkan, karena setelah kembali ke Pati dari Jakarta dia pun sudah mulai bergerak, tidak hanya sekadar bicara dan berapa hasil atau banyaknya uang yang didapatkan, melainkan justru sebaliknya. Untuk dunia olahraga sepakbola, misalnya, pihaknya juga sudah menyelengarakan Sekolah Sepakbola, yaitu ”Safin Pati Footbaal Academy” (SPFA).

Dengan demikian, jika nanti perguruan tinggi yang saat ini tengah dirintis sudah berdiri yang lokasinya bersebelahan dengan ”SPFA”, di Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, maka semua akan semakin lengkap sebagai salah satu wujud kemajuan bagi Pati yang mulai dikenal oleh pendatang dari seluruh Indonesia.  ”Hal itu tak lain bagian dari energi positif yang memang kami maksimalkan, benar-benar untuk kemajuan Pati,” tadasnya.