Tanah untuk Membangun Gedung DPRD Pati Berlantai 4 Dibeli Rp 1,8 Miliar

0
194
Tanah kosong tepat di belakang Gedung DPRD Pati, di Kampung Mertokusuman, Kelurahan Pati Wetan, Kecamatan Pati yang akan digunakan lokasi membangun Gedung DPRD baru berlantai empat.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Untuk menetapkan sesuatu yang diperlukan dalam ke-Sekwan (Sekretariat Dewan), termasuk kepentigan alokasi angarannya secara sah ada di pihak Komisi A. Dengan demikian, setelah mendapatkan penetapatan dari komisi tersebut baru disampaikan ke pihak, jika berkait dengan kepentingan alokasi untuk fasilitas seperti pembangunan gedung baru ke komisi yang membidangi, yaitu Komisi C.

Mengingat hal tersebut, maka sampai tahapan ini mekenisme keputasan untuk pengadaan/pembangunan Gedung DPRD Pati tersebut sudah ada pada pihak Komisi C, dan keputusan tersebut sudah ada di tangan pihak eksekutif. Yakni, Komisi C yang membidangi masalah pengadaan fasilitas bangunan sebagai aset gedung pemerintah, dan pelaksanaan pekerjaannya menjadi tanggung jawab pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Ketua Komisi DPRD Pati, Bambang Susilo, tidak mengelak bahwa saat ini ini rencana itu memang menjadi kewenangan komisi yang bersangkutan bersama jajaran eksekutif yang berkompaten. ”Yakni, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, untuk proses kelanjutannya yang menyangkut pelaksanaan paket pekerjaan,”ujarnya.

Menjawab pertanyaan, Bambang Susilo menambahkan, bahwa untuk pengadaan lahan sebagai lokasi pembangunan gedung baru untuk pembeliannya sudah dilakukan Tahun Anggaran 2018 lalu. ”Nilai pembelian tanah tersebut kepada pemiliknya adalah sebesar Rp 1,8 miliar, tapi berapa luasnya secara keseluruhan kami lupa,”tambahnya.

Di sisi lain berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News” secara terpisah menyebutkan, tujuan awalnya adalah untuk pengadaan lahan tempat parkir para anggota Dewan. Karena itu jika dinilai tidak atau kurang tepat, hal tersebut ada ketentuan atau aturan bisa direfocusing, sehigga rencana tersebut memang bisa dihentikan.

Sedangkan untuk salah satu pihak lainnya memprediksi, bahwa untuk kronstruksi bangunan dengan empat lantai, sudah pasti biaya paket pekerjaannya tidak cukup hanya empat sampai lima miliar rupiah. Akan tetapi justru lebuh dari itu, dan medekati sekitar 10 miliar,  dan itu baru bisa diketahui setelah paket pekerjaan itu didaftarkan kepada pihak pengadaan lelang barang/jasa.