Mercu Bendung Kenanti Sudah Bersih dari Pokok Rumpun Bambu

0
76
Mercu Bendung Kenanti yang terletak di antara Desa Bakalan dan Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, sudah bersih dari pokok rumpun bambu yang menutupnya.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mercu Bendung Kenanti yang bekas di antara Desa Bakalan dan Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, sudah bersih dari pokok rumpun bambu yang menutupnya. Hal itu terjadi pada Rabu (24/2) pagi kemarin, atau bahkan pada malam harinya saat kawasan desa yang bersangkutan dan sekitarnya digelontor banjir bandang akibat meluapnya sejumlah alur kali di wilayah kecamatan tersebut.

Dengan demikian, papar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno, pihaknya harus menerjunkan personel Unit Pelaksana Teknis (UPT) 1 di wilayah Tayu. Yakni, untuk membersihkan pokok rumpun bambu yang menutup mercu bendung, sehingga menghambat mengalirnya luapan air.

Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, pihaknya atau para petugas dari UPT itu bekerja sama dan saling bahu membahu dengan pihak pemerintahan desa. ”Bahkan desa juga membantu penyediaan ekskavator sehingga pokok rumpun bambu berhasil disingkirkan, sehingga aliran air lewat bendung yang sempat limpas di atas tanggul bisa diatasi,”ujarnya.

Mercu Bendung Kenanti yang terletak di antara Desa Bakalan dan Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, sudah bersih dari pokok rumpun bambu yang menutupnya.

Karena itu, lanjutnya, gelontoran air dari hulu lewat bendung tersebut cepat tuntas mengalir ke laut, tapi lokasi sekitarmya sudah tergenang air dari limpasan alur kali lainnya. Di antaranya ada Kali Lenggi, Pengarep dan Lencer serta beberapa alur kali lainnya, sehingga menimbulkan genangan banjir yang sejak kemarin sampai hari ini masih berlanjut.

Dampak terjadinya banjir bandang ini, maka menumpuknya sedimentasi/waled baik di alur kali maupun saluran tak bisa dihidari. ”Dengan demikian, untuk mengatasinya tetu harus dilakukan pengerukan karena dampak dari tumpukan lumpur tersebut, adalah terjadinya pedangkalan di alur kali maupun saluran,” tandasnya.

Terjadinya banjir di wilayah Pati utara ini, beberapa pihak relawan terjun langsung ke lokasi, untuk membuka dapur umum karena banyak rumah warga di  beberapa desa di kecamatan itu yang tergenang banjir. Di antaranya, Lazisnu MWC Dukuhseti , Lazisnu MWC Tayu, dan juga membuka Posko Induk NU Peduli  PC NU Kabupaten Pati, serta tak ketinggalan DPC PDIP sejak kemarin sudah membuka dapur umum di lokasi banjir Pati utara kali ini.