Kasatpol PP Sebut PPKM Mikro Dijalankan Bersamaan dengan Pembatasan Kabupaten

0
10
Hadi Santosa Satpol PP Pati
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa menjelaskan bahwa antara PPKM Kabupaten dengan PPKM Skala Mikro berjalan bersamaan. Keduanya merupakan upaya pemerintah dengan yang membedakan adalah ruang lingkup diantara keduanya.

“PPKM mikro itu dilaksanakan bersamaan PPKM kota/Kabupaten, jadi PPKM itu sifatnya ditambah dengan yang lingkup mikro,” ujar Hadi di kantornya kepada Saminnews, Rabu (10/2/2021).

Berkaitan dengan PPKM Mikro, pihaknya mengaku baru dapat SK dari Satgas Covid-19, yang intinya diinstruksikan untuk Satpol PP nanti membantu ppkm mikro. Selain mengkordinasi PPKM kota/Kabupaten bersama TNI-POLRI, juga OPD yang lain. Melakukan kegiatan edukasi sosialisasi sekaligus upaya penertiban yang menjangkau pada skala mikro.

Lebih lanjut, dari Satgas memerintahkan Satpol PP untuk koordinasi dengan Muspika, kemudian Pemerintah Desa melalui program Jogo Tonggo, UKL (Unit Kecil Lengkap) yang dibentuk Polres sampai ke lingkup kecil, yakni RT dan tingkat RW.

“Tapi, sebenarnya penertiban ini bagian dari upaya edukasi. Pasalnya ada edukasi tapi tidak ada sanksi ya tidak kena juga,” jelasnya.

Upaya sinergi oleh Satpol PP dalam PPKM Mikro ini tentu harus didukung dengan data. Pasalnya, tidak serta merta terjun pada semua wilayah yang terkesan tidak terorganisir. Oleh karena itu, dengan kerjasama OPD lain dalam mendukung program PPKM Mikro demi menekan laju Covid-19.

“Oleh karena itu, ini kita masih menunggu data dari Dinas Kesehatan juga Dispermades mana yang bisa dipetakan. Kan mikro itu skala kecil, jadi ada zona-zonanya, hijau, kuning, merah itu kita tunggu agar ada atensi desa mana saja untuk dijaga,” papar Hadi.

Pihaknya menerangkan masyarakat ada beberapa klasifikasi, yakni ada yang memang betul-betul menyadari bahwa pembatasan kegiatan ini tujuannya adalah untuk menekan angka kasus Covid-19 maupun angka kematian.

“Akan tetapi, ada juga yang setengah-setengah, ada juga yang sama sekali tidak tahu menahu, sebenarnya mereka tahu dari berbagai informasi yang beredar di media,” tandasnya.