Penanganan Stunting Dilakukan Secara Konvergensi

0
19
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Hartotok.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Stunting atau kerdil merupakan suatu kondisi gangguan pertumbuhan fisik dan otak pada anak akibat tidak terpenuhinya kecukupan gizi. Penyebab stunting sendiri tidak hanya kemiskinan dan pemberian makanan pada balita, tetapi bersifat multidimensional antara lain pola asuh, pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, ketersediaan air bersih, dan kesehatan lingkungan

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati melakukan upaya menyeluruh secara komprehensif yang berkaitan dengan stunting. Berbagai sisi tetap diperhatikan guna mengendalikan stunting.

“Berkaitan dengan penanganan itu sudah ada panduan dari pemerintah pusat, itu dilakukan dengan konvergensi. Maksudnya itu bersinergi digarap secara bersama,” kata Hartotok kepada Saminnews.

Menurutnya pengerjaan pengendalian secara bersama itu dilakukan oleh berbagai OPD yang membidangi. Mulai dari ketahanan kesehatan, terkait kebutuhan pangan masyarakat hingga bidang penunjang lainnya.

Kata Hartotok, misalnya desa A menjadi lokus stunting, itu semua OPD terkait masuk di dalamnya. Di antaranya Dinas Ketahanan pangan (Ketapang), Dinas Sosial terkait bantuan PKH dan semacamnya, Dinas Pekerjaan Umum maupun Disperkim masuk untuk menangani terkait drainase di Desa A tadi.

“Intinya konvergensi seperti itu, semua OPD itu bekerja sama. Bersinergi bahu membahu sesuai dengan tupoksi masing-masing. Karena jika dilakukan hanya satu tidak akan bisa,” imbuhnya.

Contoh kasus, lanjutnya jika membicarakan penanganan stunting, akan tetapi bidang sanitasinya buruk, dikatakan tidak stunting itu adalah tidak mungkin. “Misalnya buang air besar di sungai, itu kan berpengaruh. Jadi itu berpengaruh pada kondisi kebersihan air,” kata Hartotok.

Permasalahan stunting tidak bisa hanya diselesaikan melalui program gizi saja, tapi harus terintegrasi dengan program lainnya. Kompleksnya masalah stunting dan banyaknya stakeholder yang terkait dalam intervensi gizi spesifik dan sensitif memerlukan pelaksanaan yang dilakukan secara terkoordinir dan terpadu kepada sasaran prioritas.