Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah Senilai 20 Persen

0
14
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Turi Atmoko.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Turi Atmoko mengatakan untuk meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan patokan penilaian KPK yang itu masing-masing mata penerimaan pajak sebesar 20 persen.

“Nilai optimalisasi penerimaan Pendapatan di Pati dari evaluasi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (Korsupgah KPK) itu masing-masing mata pajak daerah itu minimal naik 20 persen,” ujar Turi kepada Saminnews belum lama ini.

Penerimaan pendapatan dari mata pajak itu, menurutnya adalah pajak reklame, pajak hotel, Pajak restoran itu dengan patokan kenaikan nilainya minimal 20 persen. Artinya, jika mengacu dengan evaluasi Korsupgah KPK itu, penerimaan pajak daerah baru bisa dikatakan meningkat maupun juga sebaliknya.

Akan tetapi, penerimaan pajak daerah dengan nilai sebesar itu dinilai tidak ada daerah yang bisa memenuhinya. Pasalnya, lantaran wabah pandemi corona berimbas pada pergerakan penerimaan pajak dari masing-masing sektor yang justru mengalami penurunan.

“Masing-masing mata pajak itu meningkat 20 persen lho, tidak ada Kabupaten yang sampai. Karena masa pandemi ini yang naik itu dari tahun 2019. Justru yang ada justru turun, atau paling tidak ya sama pada tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Dari 11 jenis pajak yang menjadi bagian Kabupaten Pati, kata Turi itu tidak bisa naik semuanya seperti yang ditargetkan oleh Korsupgah senilai 20 persen. Hanya, penerimaan sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) yang naik memenuhinya.

Misalnya saja, pada masa pandemi ini tempat hiburan belum diperbolehkan beroperasi. Imbasnya, setoran dari sektor pajak hiburan yang realisasinya masih rendah. Hal ini juga dikarenakan adanya pelarangan seluruh kegiatan hiburan di Pati.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi di lapangan yang belum berjalan normal sepertinya biasanya lantaran tekanan ekonomi yang luar biasa. Padahal, penerimaan pajak bergantung pada kinerja perekonomian, namun justru yang terjadi sebaliknya.