Kades Sitiluhur Jelaskan Kondisi Warung di Objek Wisata Gunung Rowo

0
207
Kepala Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Suyuti.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Lokasi warung pada objek wisata Waduk Gunung Rowo disebut tempatnya disekat-sekat atau diberi pemisah. Sehingga, dengan pemisah tadi dimungkinkan gerak aktivitas di dalamnya tidak terlihat dari luar. Bahkan dimungkinkan tidak terlihat oleh pedagang.

“Keadaan di warung di sana (Gunung Rowo, red) itu disekat-sekat kecil. Akhirnya nanti mengundang hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ada pasangan pemuda-pemudi berduaan di situ bisa menimbulkan kejadian tindak asusila,” ujar Kepala Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Suyuti di kantornya kepada Saminnews, Selasa (19/1/2021).

Hal tersebut diungkapkan pihaknya setelah menindaklanjuti tindak asusila oleh sepasang remaja di salah satu warung Gunung Rowo pekan lalu yang kini telah viral di media sosial.

Oleh sebab itu pada hari Selasa ini, pihaknya selaku Kades Sitiluhur menginisiasi dengan mengundang Muspika Kecamatan Gembong, terdiri dari Camat, Kapolsek serta dari jajaran Koramil. Selain itu, juga mengundang para pelaku usaha pada objek wisata. Tujuannya adalah tidak lain untuk berembuk terkait ketertiban kondisi warung.

“Sehingga, tindak asusila seperti ini agar tidak terulang kembali. Sementara kejadian yang tidak diinginkan biasanya warga mengadu kepada pemerintah desa,” ungkap Suyuti.

“Ini bisa kami katakan ya agak keteledoran, kecolongan. Termasuk yang punya warung itu, notabenenya masih baru. Jadi, terkait tata tertib belum mengerti,” sambungnya.

Pihaknya menegaskan bahwa di lokasi kejadian bukan tempat karaoke, melainkan warung yang memang tempatnya disekat. Demikian pula meski sekarang ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan, pihaknya menyebut tidak menutup lokasi.

“Karena itu merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka jualan disana. Oleh sebab itu kita tertibkan saja. Hanya saja, ketika ada tempat yang tidak baik, itu kita tindak. Artinya ya, kita terbuka, warung tidak tersekat seperti itu, jadi terbuka,” pungkasnya.