Hari Keenambelas: Lepas Tengah Hari Berlangsung Pemakaman Satu Jenazah Standar Ptrotokol Covid -19

0
74
Tim BPBD Pati yang hingga lepas siang hari tidak melaksanakan pemakaman dengan standar protokol Covid-19, bisa santai di angkringan minum susu jahe.

SAMIN-NEWS,com, PATI – Memasuki hari keenambelas di bulan Januari 2021, Sabtu (16/1) hari ini dari pagi hingga lepas siang hari di Pati berlangsung sekali pemakaman jenazah dengan standar protokol Covid-19. Itu pun berlangsung di wilayah Pati utara, Margoyoso, dan yang memakamkan jenazah seorang perempuan itu adalah Tim Relawan Tunggulwulung.

Dengan demikian, papar salah seorang Tim BPBD yang selama ini akrab disapa Purnama, seharian dari pagi hingga lepas dsiang hari , mereka benar-benar bisa bersantai dengan minum susu jahe di angkringan. Bahkan mereka mengharap hari ini, besok dan seterusnya kondisi tersebut kembali terulang, dan berulang, serta penyebaran virus Covid-19 tidak kembali terjadi.

Berkait jenazah yang dimakamkan stadar protokol Covid-19 dari pagi hingga siang hanya satu, kondisi tersebut sama dengan hari kelima di bulan yang sama. ”Yakni, Selasa (5/1) 2021, di Desa/Kecamatan Sukolilo, benar kami hanya memakamkan satu jenazah, tapi hari berikutnya jumlah yang dimakamkan justru bertambah,”ujarnya.

Yang lucu-lucu dan terjadi saat tim BPBD menunggu kedatangan jenazah untuk dimakamkan, mereka bermaksud memberi jalan pada ambulans pembawa jenazah, tapi begitu kendaraannya dimajukan justru terperosok dalam lumpur, sehingga harus didorong beramai-ramai.

Karena itu, lanjutnya mereka pun tak banyak berharap kecuali kondisi tersebut untuk hari-hari berikuthya setelah hari ini tidak banyak jenazah yang harus dimakamkan dengan standar protokol Covid-19. Dengan demikian, dalam kurun waktu selama hampir delapan bulan secara terus menerus mamakam jenazah, tentu bukan hal yang menjadi keinginan warga Pati.

Sedangkan satu jenazah yang hari ini dimakamkan dengan standar prokol Covid-19 di Pati utara, adalah seorang perempuan yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) As-Suyuthiyyah, Guyangan, Kecamatan Trangkil. Jika pemakaman satu jenazah tersebut, adalah merupakan pemakaman standar protokol Covid-19 terakhir di Pati, tentu suatu yang luar biasa.

Melihat ban depan kiri kendaraan operasional begitu sampai di salah satu tempat pemakaman bocor, maka selesai pemakaman jenazah tentu harus memikirkan cari tempat tambal ban, karena tidak ada ban serepnya.

Akan tetapi, semua yang disampaikan itu tak lebih dari hanya ungkapan keinginan, dan semua sama-sama tidak tahu benar-benar bisa terwujud atau kembali lagi sebelumnya. ”Karena pemakaman hanya satu jenazah di Sukolilo, Selasa (5/1) juga terjadi di hari keenambelas, Sabtu (16/1) hari ini, semoga tidak diikuti lagi pemakaman berikutnya,”harapnya.