Alun-alun Jakenan Siap Diresmikan, Gangguannya Ancaman Genangan Sisa Air Hujan

0
133
Alun-alun Jakenan, di pinggir jalan raya Jakenan-Jaken tampak dari depan yang menurut rencana, Selasa (26/1) besok diresmikan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dibangun tahun lalu (2020) dengan menelan biaya Rp Rp 4,2 miliar lebih, Selasa (26/1) 2021 besok, Alun-alun Jakenan akan siap diresmikan pemafaatannya. Akan tetapi kendalanya fasilitas tersebut bila selesai turun hujan, maka lingkungan  sekitar alun-alun selalu menjadi tempat sisa buangan air yang menggenang.

Dengan kondisi tersebut, maka siapa pun warga yang mendatangi tempat itu sudah pasti tidak  mendapatkan kondisi yang nyaman, meskipun harus naik ke trotoar bundaran alun-alun. Sebab, di bawah bundaran trotoar alun-alun yang merupakan akses jalan keliling, dan juga akses jalan ke Kantor Kecamatan Jakenan, memang akan menjadi pusat genangan sisa air hujan.

Kadang-kadang, papar Camat Jakenan, Aglis Mulyana, hujanya berlangsung pada sore hari, sisa genangan airnya masih berlangsung sampai pagi hari. ”Akan tetapi menjelang berlangsungnya peresmian, pihak Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekarjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, sudah berupaya melakukan penataan, utamanya akses jalan lingkungan,” ujarnya.

Akses jalan sisi timur Alun-alun Jakenan yang dulu ada saluran pembuang pertolongan, untuk membuang air dari lingkungan Kantor Kecamatan ke saluran pinggir jalan yang mengalir ke timur.
Akses ruas jalan sisi barat.

Akan tetapi, lanjutnya, karena ketersediaan anggaran, utamanya di Tahun 2021 ini, maka penataannya hanya sebatas akses ruas jalan keliling lingkungan. Itu pun hanya diperkuat dengan pengurukan material beskos, tanpa ditopang dengan penguatan lapisan aspal sehingga bila terkena genangan sisa air hujan, waktunya bertahan sedikit lama.

Semisal diperkuat dengan pelapisan aspal, hal itu juga tidak menyelesaikan permasalahan  karena lapisan aspal tersebut bia selesai turun hujan juga akan kembali terkena sisa gengangan air hujan. Dengan demikian, satu-satunya upaya penyelesaiannya adalah harus ditopang dengan penataan saluran pembuang (drainase).

Karena ketidaktersediaan anggaran sebagaimana disampaikan pihak Biudang Kebersihan dan Pertamanan, maka untuk tahun ini jelas tuidak bisa melakukan penataan sehingga akan terjadi lagi di musim hujan Tahun 2022 mendatang. ”Akan tetapi bagi kami, jika ada alokasi anggaran utntuk keperluan tersebut secepatnya, tentu lebih baik,” tandasnya.