Sebelum Diterapkan Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah Diminta Siapkan SOP

0
31
Ilustrasi: Pebelajaran daring yang sudah dilaksanakan beberapa bulan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Suwarno mengungkapkan sebelum wacana pembelajaran tatap muka benar-benar diterapkan, pemerintah perlu mengkaji terlebih dahulu. Wacana yang dibangun itu harus mampu mengcover terhadap protokol kesehatan.

Politisi asal PDI Perjuangan itu, meminta kepada pihak yang berwenang agar melakukan simulasi. Dimana tujuannya sendiri, guna memastikan apa saja yang dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di internal sekolah.

“Untuk melaksanakan pembelajaran dengan cara tatap muka sebelumnya harus disiapkan SOP yang memadai dan perlu diadakan simulasi berkali-kali,” ungkapnya saat dikonfirmasi Saminnews, Jumat (11/12/2020).

Sebagaimana penerapan protokol kesehatan pada lembaga pendidikan pada saat pembelajaran adalah suatu yang urgen. Misalnya dalam hal ini adalah berkaitan dengan pembatasan siswa, pengaturan meja kursi agar tidak berdekatan. Dengan menerapkan physical distancing satu sama lain.

Disamping itu, sekolah juga memastikan ketersediaan infrastruktur sarana cuci tangan. Layanan ini disediakan sebelum warga lembaga pendidikan, mulai dari guru maupun siswa itu sendiri memasuki instansi. Hal ini guna mengantisipasi kebersihan dari adanya virus.

“Sehingga, pelaksanaan pembelajaran tatap muka berjalan lancar, dan aman. Juga dimungkinkan terhindar dari wabah virus corona. maka sebelum pelaksanaan pembelajaran dengan cara tatap muka perlu persiapan yang matang,” imbuhnya.

Persiapan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini, kata Suwarno yang perlu dikondisikan adalah regulasi yang mengatur hal tersebut. Dibuatkan SOP yang memadai untuk mencegah penyebaran virus corona yang bisa membahayakan para siswa, maupun warga kependidikan.

“Lalu, secara mekanisme prosedurnya yang dilakukan adalah untuk itu setelah SOP jadi, perlu diadakan simulasi dari berbagai tingkatan sekolah. Dari tingkat bawah maupun tinggi, dari PAUD bahkan jenjang perguruan tinggi,” tutupnya. (ADV)