Pagi Tadi Dimakamkan Lagi Dua Jenazah dengan Standar Protokol Covid-19

0
161
Jenazah seorang laki-laki warga Dukuh Karangdowo Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati sebelum dimakamam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat terlebih dahulu dishalatkan di luar makam.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Jika Kamis (3/12) malam (semalam) dimakamkan tiga jenazah dengan standar protokol Covid-19, Jumat (4/12) tadi pagi, kembali selesai dimakamkan dua jenazah terpisah. Yakni, satu jenazah seorang laki-laki, warga Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati.

Untuk pemakaman jenazah tersebut, semula akan dimakamkan oleh Tim Pemakaman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tapi akhirnya hal itu diserahkan Tim Relawan dari Pati utara. ”Yakni, relawan dari Tim Tunggulwulung mengingat tim BPBD juga harus melakukan sendiri pemakaman dengan standar protokol yang sama.

Dengan kata lain, berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News”  menyebutkan, sekitar pukul 10.00 tim BPBD harus memakamkan jenazah seorang laki-laki warga Dukuh Karangdowo, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati. Untuk itu, upaya menghindari saling menunggu harus dilakukan sehingga pemakaman di TPU Tegalharjo pun didahulukan.

Peti jenazah yang diusung oleh Tim Pemakaman BPBD sudah siap di atas lubang makam.

Pelaksanaan pemakaman jenazah seorang laki-laki yang sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati, sekitar pukul 09.00 pun sudah berakhir. Sedangkan pemakaman jenazah almarhum, warga Karangdowo berlangsung hampir pukul 10.30, tapi tidak saling menunggu tim pemakaman.

Hadir dalam kesempatan tersebut, adalah Kepala Desa (Kades) Kutoharjo, H Hartono juga beberapa personel perangkat desa. Selebihnya, ada pula personel petugas dari Puskesmas Pati II, serta para pelayat yang juga mulai banyak berdatangan langsung mengantar jenazah ke makam tapi tetap menjaga jarak dengan mengambil tempat agak jauh dari lubang makam.

Selesai dikumandangkan adzan dan qomat jenazah pun dimasukkan ke lubang penakaman.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun menyebutkan, bahwa almarhum sebelum meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Mitra Bangsa Pati, karena penyakit bawaannya. Yakni, tekanan darah tinggi, sehingga yang mengantar jenazah almarhum adalah mobil ambulans dari rumah sakit tersebut.

Di sisi lain,  dalam suasana duka tersebut salah seorang anggota keluarga almarhum juga harus menjalani karantina yang disedikakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Sebab, hasil swab yang bersangkutan ternya positif, dan kebetulan yang bersangkutan tugas sehari-hari di salah satu bagian di jajaran Setda Pati, sehingga dia pun mohon didoakan agar bisa segera sembuh.

Setelah pengurukan/penutupan lubang makam, maka tahap berikutnya adalah penempatan nisan kayu di atas pusara makam almarhum.

Menjelang terakhir berlangsungnya pemakaman, salah seorang putri almarhum yang juga ikut hadir di tempat pemakaman menyempatkan menemui tim pemnakaman BPBD. Melalui penanggung jawabnya, Khayun Fulanun yang bersangkutan mengucapkan terimakasih atas pemakaman jenazah almarhum orang tuanya.