Lomba MGMP IPS Diundur Bulan Februari 2021

0
102
Gedung sekolah SMP N 4 Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kabupaten Pati wacanakan membuat event kejuaraan untuk Mapel IPS. Dengan peserta SMP maupun sederajat se-Kabupaten Pati. Rencananya kegiatan ini akan berlangsung pada bulan Februari 2021 mendatang.

Koordinator lomba MGMP IPS, Mulyono mengatakan mekanisme kejuaraan dilakukan dengan dua cara, yaitu secara online dan offline. Untuk seleksi awal dilakukan daring dari tempat masing-masing. Sementara itu diambil sepuluh besar yang akan dilakukan secara offline.

“Gambarannya nanti tahap penyisihan dilakukan secara daring, dari sekolah masing-masing lewat zoom. Kemudian finalnya tinggal 10 peserta itu di luar jaringan (luring, red),” ucap Mulyono di kantornya saat ditemui Saminnews, Rabu (23/12/2020).

Karena sesuai dengan nama perlombaannya yaitu IPS, maka materi yang dilombakan juga dengan materi pelajaran pengetahuan sosial. Materinya semua yang terkait pelajaran IPS mulai dari kelas 7 s/d 9. Dan ini teknisnya sudah dibicarakan dengan mengambil daring.

Menurut Mulyono yang juga Kepala SMP N 4 Pati ini mengapa ketika final dilakukan secara luring yaitu lantaran sudah sepi jauh dari kerumunan. Hal ini berbeda dengan saat masih fase penyisihan yang tentu saja banyak siswa yang datang ke satu lokasi. Oleh karena itu, saat final dimungkinkan menggunakan luring.

“Di Kabupaten Pati itu ada sekitar 89 sekolah negeri dan swasta. Ketika banyaknya sekolah itu dengan masing-masing satuan pendidikan mengirim empat peserta, wah nanti justru menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Untuk persiapan lomba MGMP IPS, kata dia akan dilakukan bulan Januari awal tahun 2021. Dan berlangsung pada bulan berikutnya. Meski demikian, pihaknya mengaku bahwa sebenarnya kegiatan ini rencananya dilaksanakan bulan Desember. Namun, karena di Kabupaten Pati berada zona merah, maka selanjutnya diundur.

“Iya rencana awalnya Desember, tapi selanjutnya masuk zona merah, akhirnya gak papa lah diundur dulu. Pada prinsipnya di masa pandemi kan mengutamakan kesehatan. Kesehatan siswa peserta maupun guru,” tutupnya.